3:21 pm - Selasa,22 Mei 2012

Setengah Muhammadiyah

Kamis, 22 Oktober 2009 7:24 | Analisis | 1 Comment | Read 166 Times

tidak-menyerah-kclSebagai ormas Islam yang sudah mapan, Muhammadiyah layak dijadikan sebagai barometer bagi organisasi-organisasi lain yang baru tumbuh. Pengikut yang fanatik, organisasi yang terstruktur rapi, sistem pengkaderan yang modern, pola pendidikan yang tertata serta fasilitas-fasilitas yang komplit merupakan satu sisi keunggulan dari ormas yang di dirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini.

Agenda organisasi yang bersifat dakwah islamiyah inipun bergulir dengan manisnya, lihat saja bagaimana pengajian mereka begitu terstruktur dari tingkat pusat hingga ranting, amal usaha mereka jalankan dengan baik hingga pengkaderan yang kontinue dan terprogrampun terlaksana dengan baik, pendeknya Muhammadiyah adalah cermin dari Ormas Islam yang modern dan dinamis.

sebagai sesama ormas Islam, Rifaiyah pun sebenarnya memilki peluang yang sama dengan Muhammadiyah. Meskipun antara Rifaiyah dan Muhammadiyah adalah dua kutub yang berbeda dan bahkan berseberangan terutama dalam ijtihad-ijtihad fikihnya, namun dalam pengelolaan organisasi Rifaiyah dapat belajar dari Muhammadiyah. Walaupun trade mark Rifaiyah adalah salaf, namun apabila dikelola dengan sistem yang modern dan elegan, maka bukan tidak mungkin Rifaiyah akan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, minimal bisa menumbuhkan sikap fanatik sebagaimana yang dimiliki oleh pengikut Muhammadiyah.

Akan tetapi, meniru yang kami maksud disini bukanlah menjiplak atau plagiat namun lebih kepada mengikuti cara/metode, konsep dan tanggung jawab yang dilakukan oleh mereka dalam mengembangkan Organisasinya. Rifaiyah tetap harus berciri Rifaiyah dan berhaluan sesuai dengan yang digariskan oleh KH Ahmad Rifa’i, hanya saja dalam kehidupan organisasinya sudah semestinya Rifaiyah berani meninggalkan pakem-pakem lama untuk mengikuti yang baru. Hal-hal yang bersifat ijtihadiyah hendaknya tidak di dogmatisasi akan tetapi di akomodir dengan baik hingga menjadi khasanah baru bagi Rifaiyah, yang penting semangat yang tersirat dalam kitab-kitab tarajumah KH Ahmad Rifa’i tidak terabaikan. kalau kita lihat buku Ahkamul Fuqoha milik NU atau Tarjih milik Muhammadiyah, maka akan banyak dijumpai pembaharuan fatwa, hal ini dikarenakan keberanian mereka untuk menentang dogma yang dianggap baku demi menyampaikan amanah ilmiyah yang diyakini kebenarannya saat itu dengan tidak menghilangkan sedikitpun semangat dari founding fathernya. Lalu salahkah bila Rifaiyah menjadi setengah Muhammadiyah ???

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

Tagged with:

PENGIKUT MUHAMMADIYAH (2),knpa organisasi Rifaiyah gk jumatan di masjid yg bukan organisasinya? (1),sistem pengkaderan muhammadiyah (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner