Sebuah pesan pendek mampir ke HPku ketika jam dinding menunjukkan pukul 11 malam, bunyi pesannya adalah ANA URID WA ANTA TURID WALLOHU YAF’ALU MAA YURID. Artinya kurang lebih begini ” Aku mau kamupun mau dan Alloh akan melakukan apa yang Ia mau “. Sebuah ungkapan yang sangat dalam bagiku, sosok yang sedang mencari keseimbangan ruhani.
Sekuat apapun harapan dan cita-cita kita, bila tidak sejalan dengan kehendak Alloh yang Maha Kuasa, maka harapan kita akan “kalah”. Dalam sebuah Hadits, Nabi besrabda: ” Sawaabiqul himaam la takhruku ‘an aswaaril aqdar.” ( Cita-cita yang tinggi tidak akan mampu menembus batas-batas takdir ).
Manusia wajib bercita-cita dan berusaha, sebab ketentuan Alloh bersifat ghoib. Kita tidak tahu dimana batas-batas takdirnya Alloh. Ikhtiyar dan tawakkal harus seiring sejalan, ketidak harmonisan kedua konsep ini akan berakibat depresi apabila gagal dan sombong jika berhasil. Kalau aku boleh mengutip perkataan Abu Ismail dalam bukunya Hijrah di abad modern beliau dengan tegas bertutur,” Kecenderungan manusia apabila ia sukses maka ia akan berubah menjadi kaum qodariyah ( mengakui bahwa kesuksesannya adalah buah dari usahanya sendiri, tanpa campur tangan Alloh ) dan apabila ia gagal, maka ia akan menjadi Jabariyyah ( fatalistik , semuanya dipasrahkan secara total kepada Alloh tanpa ada usaha sedikitpun ).”
Meskipun kita yakin bahwa Allohu Yaf’alu Maa Yurid, namun kita tetap wajib berusaha karena bisa jadi kehendak Alloh tersebut digantungkan kepada amal usaha kita.
anta urid (1)





