Tanggal 23-24 Mei 2009 merupakan tonggak dimulainya perubahan, dihari itu di sebuah kota kecil yang bernama Temanggung akan dicanangkan dan disusun program-program yang akan menjadi acuan dalam menggerakkan gerbong Rifaiyah. Mulai dari pakar sampai simpatisan diperkirakan akan menghadiri hajat akbar warga Rifaiyah tersebut. Ada yang memandang pelaksanaan mukernas tersebut dengan penuh optimisme akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik, ada pula yang sebaliknya. Terlepas dari itu semua, penulis berharap agar semangat ukhuwah tetap ditunjukkan, tanpa saling menghujat ataupun melecehkan satu sama lain.
Sebagai warga Rifaiyah yang mencintai Rifaiyah dengan sepenuh jiwa, penulis menaruh harapan yang tinggi agar pengurus pusat Rifaiyah sekarang mampu untuk melanjutkan program yang telah dicapai oleh PP terdahulu, sekaligus mengadakan evaluasi ulang terhadap program-program yang belum terlaksana dengan baik. sebab hanya dengan cara itu pengembangan Rifaiyah yang berkesinambungan dapat berjalan dengan baik.
Membuat program yang betul-betul baru, tidak hanya akan merusak sistem akan tetapi juga akan berakibat lambannya laju organisasi. Sebab pengurus sekarang adalah pemegang tongkat estafet perjuangan dari pengurus terdahulu, bukan sebagai “pengganti”. Berkaca dan belajar dari pengalaman pengurus terdahulu adalah fardhu ain bagi pengurus baru apabila ingin mendapatkan kemajuan yang signifikan pada Ormas Rifaiyah ini.
Mukernas bukan merupakan puncak dari sebuah perjuangan, akan tetapi Mukernas merupakan titik awal dari sebuah perjuangan panjang yang syarat akan tantangan.
Tanggal 23 Mei 2009 Matahari akan bersinar benderang di bumi Temanggung, mengawali langkah kami santri- santri tarajumah dalam menumbuhkembangkan ajaran Hadratusy Syaikh Ahmad Rifa’i. Selamat berjuang saudaraku, doa dan harapanku senantiasa menyertaimu. Amiin






Keren………..
Inilah saat yang tepat untuk melanjutkan semangat Guru Besar kita !
Daripada cuma mengolok-olok lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat.
Masalah tidak akan selesai dengan hanya menatap,meratap. Bagaimanapun wujudnya, kita adalah “RIFAIYAH”.
Alah nk penguruse mentale sakban+komari panggah sek wutuh!,ra ono bedane!.
Mari kita reformasi pengurus dr tgkt ranting,cbg,dn daerah sndri2 dulu,
Jgmn muluk2 ke pusat dulu.
Ibarat naik tgga lwt bwh dlu,sg tgkt ngisor wae semrawut,arp menduwur males..
apakah anda punya konsep yang jitu buat mereformasi total semua pengurus….???
lha klo yang dipake model graceroot approach betul kang, dari bawah dulu. Tapi klo yang di gunakan adalah administrasi approach, kan dari atas dulu baru turun ke bawah….
menurut sampeyan yg bagus yg mana kang…hehehe..tapi mbok ya jgn pesimis begitu lah bozzz….kita kasih semangat mereka dong
Setelah saya konfirmasi dengan teman-teman, ternyata orang yang kepilih duduk di biro-biro untuk kepengurusan PP. Rifaiyah ke depan belum menemukan dan tidak mau mencari tahu agenda Mukernas, bahkan itu mayoritas.Tidak hanya teman-teman yang di biro, yang kebetulan berada di wilayah ketua sampai beberapa ketua-ketua dibawahnya pun dugaan sementara saya, mereka dalam batok kepalanya sangat sedikit yang mempunyai gambaran visioner Mukernas.Untuk harapan dari teman-teman agar program kernja berkesinambungan dengan program kerja yang sudah dicanangkan pada masa kepemimpinan sebelumnya itu tidak akan terjadi, karena mayoritas mereka tidak mempunyai dokumen dan pengetahuan tentang program-program kerja masa lalu. saya tidak membuka wadi, karena wadi Panitia juga wadi kita semua. saya cuma ingin memberi tahu sebelumnya bahwa Musyawarah Kerja yang katanya Nasional ini tidak pernah disiapkan secara substansial, tetapi disiapkan hanya sebatas teknis. Maka nanti peserta Mukernas pergi ke Temanggung itu tidak mempersiapkan apa-apa. mereka semua mempunyai ma’rifat yang tinggi, jadi tak ada persiapan rumusan dan identifikasi potensi organisasi apapun.Mereka semua akan merancang program dengan ilmu laduni.Memang dari dulu kita tercipta sebagai bangsa yang besar dan cerdas, jadi tak perlu persiapan apapun untuk hanya urusan Musyawarah Kerja Nasional. maka jangan berharap apa-apa dengan Mukernas sekarang, cukup bergembira dalam silaturahmi saja…..jangan marah, jangan nesu, jangan berprasangka apapun karena itu semua akan menggoyahkan hati mu…..ya muqollibal qulub stabit qalbi…
Dari dulu memang harapan kita hanya pada intervensi Allah SWT, dan syafaat kanjeng Nabi Muhammad SAW…selain keduanya jangan diharapkan sepenuhnya, supaya kita tidak kecewa…
ooo..panteesss…kemarin aku datang ke kantor PW DKI Jakarta, minta draft materi atau setidaknya rencana program PP Rifaiyah untuk Mukernas, tapi blom ada. yang ada cuma scedul acara doang. Katanya biasanya nanti di kasih ketika di sana…aku lalu berfikir..duuuhhh gimana niihh, kok nyusun program ndadakan begitu….tapi ga apa2 lah kawan2..!!! nanti hal ini akan kita jadikan kritik dan masukan agar ke depan lebih baik…kalo pemuda Rifaiyah yg punya visi misi jelas dan peduli ama Rifaiyah mau datang dan memberikan masukan2 yg berharga…aku yakin matahari masih akan tetap bersinar di temanggung kok..
ngapuntenne;sekedar saran kagem warga2 rifa’iyah.
seng biasa2 mawon kados kanjeng nabi nikoleh.
tp munfangati kagem ummat
Ada yang berseloroh……
Itulah kelebihan dan ciri khas rifaiyah.
Lalu mau bagaimana? Itulah fakta. Kalau kita memang ingin ikut memberikan sesuatu untuk kebaikan rifaiyah. Mulailah dari hal yang kita mampu. Mencari titik kelemahan memang harus. dari sana kita bisa menemukan kesalahan dan belajar untuk tidak mengulangi dikemudian hari.
Masalah Rifaiyah sudah komplet. ibarat Pesawat telepon. Rifaiyah mempunyai kekurangan :
- Low Batt
- Low Signal
- No Audio
Software maupun Hardware bermasalah
Untuk memulai memperbaiki, kita harus analisa,cek sana-sini, dan mulai dieksekusi satu demi satu jurusnya.
Mencari kerusakannya saja bukanlah hal mudah,tapi memperbaikinya lebih tidak mudah lagi, namun kita harus memulai….
Kapan???
Rifaiyah punya banyak potensi kang…
tapi juga rifaiyah punya banyak warna… jd kita optimis bahwa rifaiyah akan bisa, asal bisa memanage potensi dan warna2itu, lukisan itu indah karna paduan warna warninya kan? klo satu warna pasti bukan lukisan….
selamat ber-mukernas ….
nanti hasil mukernasnya di tayangkan di sini kan?
he he he he…
selamat berjuang sesuai kemampuanya masing2 utk rifaiyyah.
mudah2an rifaiyyah BISA…
semua komen tu bukanya pesimis tp it sbg suara hati nurani rakya[HANURA]hehehe,demi kemajuan rifaiyyah ke depan.
Untuk sebuah manajemen orgnanisasi,kenapa nddak pake analisis SWOT saja, boleh kan pake ilmunya orang BARAT [Bar Atdos)kalo untuk kemaslahatan kita.Ilmunya orang BARAT/YAHUDI/NASR0NI itu kan dari sejarah peradaban Islam juga.Ingat..!!! bagaimana perpustakaan BAGHDAD dibakar/dibumihanguskan.sejarah itu pertanda bahwa yahudi yg dalam konteks sekarang adalah Amerika dan sekutunya adalah sama dengan Dajjal yang Impisit dlm Al Qur’an.