36. Untuk mengisi waktu luang, kita gunakan untuk jalan – jalan atau membaca buku saat melihat sesuatu yang menarik kemudian Inzal ( mengeluarkan mani ) sedangkan saat itu kita sedang berpuasa.
Pertanyaan :
Bagaimana hukum puasanya, batal atau tidak ?
Jawaban :
Dilihat – lihat dahulu, kalau memang sudah jadi kebiasaan jika melihat atau memikirkan sesuatu yang menarik tersebut biasa mengeluarkan mani, maka puasanya batal, tapi jika tidak biasa mengeluarkan mani puasanya tidak batal.
Referensi: 1. al-bajuri jus I hal 292
2. I’anah at-tholibien jus II hal 227
( قوله بالاحتلام ) وكذا بالنظر والفكر ان لم تجرعادته بالانزال بهما والا افطرعلى المعتمد (الباجورى الجزء 1 صحفة 292 )
37. Seumpama ada orang berpuasa kemudian dia bepergian jauh, keluar dari rumah pukul 07.00 ( pagi ) dan sampai ditempat tujuan pukul 18.00 ( maghrib ) sedangkan ditempat asalnya ( rumah ) waktu itu belum maghrib.
Pertanyaan :
Bagaimana tindakan orang tersebut, apakah langsung berbuka atau menunggu maghribnya tempat asal ?
Jawaban :
Orang tersebut harus berbuka mengikuti waktunya tempat yang didatangi walaupun perjalanan atau waktu puasanya sedikit dan tempat asalnya belum maghrib
Referensi : Tuhfatul Muhtaj Juz : I Hal : 507
( ومن سافر من بلد الاخر ) الذي لم ير فيه ( الى بلد الرءية عيد ) اى افطر ( معهم ) وان كان لم يصم الا ثمانية وعشرين يوما لما مر انه صار مثلهم ( وقص يوما ) اذا عيد معهم فى التاسع وعشرين من صومه كما باصله لان الشهر لايكون ثمانية وعشرين بخلاف ما اذا عيد معهم يوم الثلاثين فانه لاقضاء لانه يكون تسعة وعشرين. ( تحفة المحتاج الجزء 1 صحفة 507 )





