11:44 am - Rabu,23 Mei 2012

Bekal Menghadapi Ramadhan

Senin, 1 Maret 2010 7:31 | Bebas | 2 Comments | Read 218 Times

Ramadhan sebentar lagi akan datang menyapa, sebuah bulan yang penuh berkah dan keutamaan dan merupakan ladang ibadah bagi siapapun yang hendak menggapai ridhoNya. Sebagian dari keutamaannya adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadits Bukhori dan Muslim,” Setiap amal anak Adam adalah untuknya dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat bahkan tujuh ratus kali lipat, Alloh berfirman,” Kecuali puasa, karena ia untukku maka Aku pula yang akan membalasnya, ia telah meninggalkan syahwat makan, minumnya karena Ku.” Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kesenangan yaitu kesenangan ketika berbuka dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum dibanding dengan bau kasturi.

Perlu diketahui bahwa taqarrub kepada Alloh tidak akan pernah dapat di capai dengan meninggalkan syahwat makan, minum dan bersetubuh yang selain dalam keadaan puasa semuanya itu mubah kecualistelah bertaqarrub kepadaNya dengan meninggalkan perkara-perkara yang diharamkanNya seperti dusta, gibah, hasud, dzolim dan sebagainya. Nabi Kita Muhammad Saw bersabda,” Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Alloh tidak butuh terhadap puasanya.HR Bukhori.

Inti dari pernyataan tersebut adalah tidak sempurna bertaqarrub kepada Alloh dengan meninggalkan yang mubah kecuali setelah bertaqarrub kepadanya dengan meninggalkan yang haram. (Risalah Ramadhan, Abdulloh Aljarulloh )

Oleh sebab itu agar Shaum Ramadhannya diterima oleh Alloh swt, maka selama melaksanakan shaum harus dihindari perbuatan-perbuatan yang haram, perkataan-perkataan rofats dan fasik serta tontonan-tontonan yang mengundang syahwat, selama hal tersebut tidak dihindari maka shaumnya akan menjadi sebuah kesia-siaan. ” Kam Min Shooimin Laisa lahu min shiyamihi illal juu’a wal ‘athosa.” ( Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus ).

perlu diketahui bahwa orang mu’min dibulan ramadhan itu melakukan dua jihad, yang pertama adalah jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa, yang kedua jihad pada malam hari dengan sholat malam, barang siapa yang memadukan kedua jihad ini dan dia memenuhi hak-haknya dan bersabar terhadapnya. Niscaya ia akan diberikan pahala yang tak terhitung ( Lathoo’iful Ma’aarif, Ibnu Rojab )

Insya Alloh akan terus berlanjut pembahasan tentang Shaum Ramadhan ini…mohon doanya

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner