12:05 pm - Rabu,23 Mei 2012

Syaikh Utsaimin berbicara tentang Pilpres

Kamis, 30 April 2009 0:13 | Fikih | 0 Comment | Read 173 Times

syeikh-utsaiminSyeikh Utsaimin pernah berpendapat, batasan presiden setiap tahun boleh. Inilah disertasi seorang mahasiswa Saudi tentang ulama Saudi itu

Tanbihun.com Banyak umat Islam yang telah mengkaji pandangan Syeikh Ibnu Utsaimin mengenai masalah ibadah, muamalat atau aqidah, sedangkan mengenai masalah siyasah, amat jarang untuk dikaji. Seorang mahasiswa Saudi,  Abdul Aziz Abdurrahman As Syabrami, memilih mengkaji dan mengkompilasi pandangan Syeikh Utsaimin dalam masalah siyasah, untuk tema desertasi, guna memperoleh gelar doktoral di Ma’had Ali lil Qadha’ Universitas Islam Imam Ibnu Sa’ud, sebagaimana yang ia tulis di islamtoday.net (27/4).

Pandangan menganai siyasah ulama yang pernah menjadi anggota Haiah Kibar Ulama Saudi ini mencakup juga masalah pergantian pemimpin secara periodik, juga masalah pencalonan pemimpin melalui partai politik, serta hukum mencari kekuasaan atau meminta jabatan.

Dalam masalah meminta jabatan kekuasaan, Utsaimin berpendapat bahwa hal itu tidak dibolehkan, dengan dasar hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy’ari, bahwa ada kaum yang mendatangi Rasulullah SAW, lalu mereka meminta jabatan, maka beliau mengatakan, “Kami tidak akan memberikan jabatan untuk urusan kami ini, kepada siapa yang memintanya.”

Akan tetapi beliau menilai, ada pengecualian dalam hal ini, yakni jika seseorang mengetahui bahwa ada orang lain yang berambisi mencari kedudukan, padahal orang tersebut tidak memenuhi syarat, maka ia boleh meminta jabatan itu, jika ia memenuhi syarat. Beliau berpandangan demikian berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya, ”Berkata Yusuf, jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (Yusuf [12]: 55).

Mengenai pembatasan masa pemimpin, yang terjadi saat ini, Utsaimin berpendapat bahwa hal ini mengandung maslahat bagi masyarakat, hingga terlihat apakah yang bersangkutan memiliki kemampuan atau tidak.

“Menjadikan kepemimpinan berlaku selama beberapa tahun adalah hal yang baik, hingga ia teruji, dan dinilai. Berapa banyak orang, yang dinilai tidak mampu, tapi ternyata ia mampu? Juga betapa banyak hal yang malah sebaliknya terjadi, kita mengira dirinya mampu, tapi ternyata tidak?”

Utsaimin berpandangan demikian karena menurut beliau, jabatan kepemimpinan bukanlah akad persewaan. Adapun lama tidaknya jabatan, hal ini melihat kemaslahatan, bisa ditambah, atau dikurangi.

Sebagaimana diketahui, cara pengangkatan pemimpin dahulu dengan berkumpulnya ahli syura untuk menunjuk seorang pemimpin, kemudian dibaiat. Akan tetapi saat ini dilakukan dengan cara pemilihan umum. Dengan demikian, pencalonan tidak bisa dihindari.

Apakah umat boleh memilih pemimpin yang demikian? Atau tidak boleh, karena termasuk meminta jabatan? Ulama yang banyak menghasilkan karya ini menjawab, ”Adapun mereka yang meminta jabatan kepemimpinan dalam Pemilu, sesungguhnya mereka (umat) tidak bermaksud untuk memilihnya, dan Allah yang Maha Tahu atas niat mereka, akan tetapi mereka (umat) bermaksud untuk memilih partainya, karena di sana ada partai lawan. Kalau seandainya itu diberikan untuk partai lain yang sesat, maka kerusakan akan terjadi, ini sebagaimana yang dikatakan Yusuf Alaihissalam kepada Al Aziz,”…Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Yusuf [12]: 55).

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

Tagged with: ,

kitab-kitab syaikh utsaimin (1),syaikh utsaimin (1),SYEIKH UTSAIMIN (1),tentang pilpres (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner