
Tanbihun – Syarat-syarat sah yang dikerjakan oleh orang yang berpuasa ramadhan ada empat (4) perkara :
1. Orang Islam. tidak sah puasanya orang kafir.
2. Orang yang berakal sehat. tidak sah puasanya orang yang hilang akalnya, karena gila, ayan atau mabuk.
3. Orang yang telah putus dari darah haidh, nifas, dan wiladah. sekalipun belum mandi wajib untuk mensucikan diri dari haidh,nifas, wiladahnya. tidak sah puasanya orang yang sedang haidh,nifas,wiladah. Tetapi wajib mengkodho puasa yang ditinggalkan.tidak wajib mengkodho shalat fardhu yang ditinggalkan.
4. Waktu yang diterima untuk mengerjakan puasa. tidak sah puasa pada hari raya fitrah,hari raya adha, dan 3 hari sesudah adha yang disebut hari tasyriq. Itulah hari-hari yang haram berpuasa, meskipun puasa wajib, karena nadzar, qodho wajib mudhayyaq dll.
Waktu Puasa
Adapun waktu untuk mengerjakan puasa ramadhan ialah mulai dari terbit fajar shidiq (fajar yangb kedua) bukan fajar kidzib(fajar pertama), sampai terbenamnya matahari pada waktu magrib.(zid)
syarat sah puasa (229),syarat puasa (148),syarat syah puasa (63),syarat sah puasa ramadhan (24),syarat-syarat puasa (21),syarat berpuasa (15),Syarat sahnya puasa (3),apa saja yg termasuk syarat sah puasa (3),Syarat sah nya puasa (1)






jika puasa romadhon apakah sebelum imsak harus bersih dr hadis besar ??misalkan pasangan suami istri berbuat intim dimalam hari trs mereka ketiduran ampai jam 6 pagi lalu mereka mandi besar nah yg saya tanya kan giman puasa berdua ini apakah syah…??
hukum puasanya sah,krn syarat puasa tdk hrs sudah suci(mandi).lht point 3,disitu diterangkan syarat sah bagi wanita yg haidh/nifas adalh putus (sudah berhenti)darahnya.kalau malamnya sudah berhenti,meski sampai hbs waktu sahur blm mandi tetap sah puasanya.begitu pun dengan mandi junub krn sbb jima’.
wallahu a’lam.
Menguatkan penjelasan kang yazid, lihat hadist riwayat Imam Bukhory dan Muslim dan penjelasannya pada:Subulus Salam li As- Shon’ani Juz 2 halaman 165 hadist nomor 26, yang artinya:Dari ‘Aisyah RA dan Ummi Salamah RA bahwasanya Rasululloh memasuki waktu subuh dalam keadaan junub dari Jima’, kemudian beliau mandi dan berPUASA”. Hadist disepakati sohihnya oleh Al- Bukhory dan Muslim.
kang ibn khasbullah berarti menurut anda gimana??? syah ato tidak puasanya ?
buat kang YAZID trimakasih jawabanya
mungkin ada komentar yg lain yg sangat sangat detail penjelasanya
TRIMAKASIH