1:34 am - Kamis,24 Mei 2012

Belajar Kitab Tarajumah Hukumnya Wajib

Jumat, 10 Juli 2009 6:47 | Analisis | 0 Comment | Read 400 Times

sdc103351SETENGAH ALIM ING DALEM SAIKI ZAMAN # PODO NYONO SAH SHOLAT JUM’AH LAN NIKAHAN

BEBATALAN TAKSIR KURANG SARAT KENYATAAN # NYONO SAH TAN PAHAM ING KITAB ARABAN

Ketika mata penulis tertuju pada bait tersebut yang termaktub dalam kitab Tabyiinal Islah, sontak hati ini bergetar. Walaupun penulis bukan orang alim namun logika ini terus berfikir, kalau orang alimnya saja dikritik oleh KH Ahmad Rifa’i sebagai orang yang menyangka sholatnya sah padahal hakekatnya batal sebab tidak paham kitab Arab, apalagi penulis yang bukan siapa-siapa.

Tasahhul (mempermudah ) dalam melakukan ibadah memang kerap kita saksikan ditengah masyarakat kita, mulai dari tata cara wudhlu, mandi sampai pada pelaksanaan sholat. Hal ini terjadi justru dikalangan santri, beberapa tahun yang lalu saat penulis jalan-jalan ke pesantren APIK Kaliwungu penulis dapati beberapa orang santri yang sholatnya tidak tenang, tangannya selalu saja bergerak kesana kemari serta ruku sujudnya tanpa thuma’ninah sama sekali. Waktu itu penulis sempat berfikir, jangan-jangan dalam kitab tertentu melaksanakan sholat seperti itu diperbolehkan sebab kata orang-orang fikih itu luas, namun seiring dengan bertambahnya waktu penulis kembali merenung, bisa jadi bukan kitab yang dibacanya yang salah akan tetapi interpretasi si santri terhadap isi kitab yang keliru. Karena di akui atau tidak memahami teks-teks arab itu jauh lebih sulit dibanding dengan memahami teks Indonesia ataupun jawa. Dalam bahasa Arab huruf perhuruf bisa mendatangkan makna yang berbeda-beda bahkan tidak jarang kita jumpai makna-makna tanaasub ataupun musytarok, para santri yang baru belajar termasuk penulis sering mengalami kesulitan pemahaman apabila menjumpai hal-hal seperti itu.

Menyadari akan sulitnya memahami teks-teks Arab bagi santri Mubtadi’ seperti penulis, maka KH Ahmad Rifa’i  mentranslate teks-teks Arab tersebut ke dalam bahasa Jawa yang indah dan solusi yang ditawarkan oleh KH Ahmad Rifa’i tersebut sangat bermanfaat bagi santri-santrinya atau siapapun yang ingin mendalami agama Islam namun terbentur penguasaan bahasa yang kurang memadai.

Memahami kitab-kitab Arab tanpa ditunjang penguasaan bahasa yang mencukupi maka akan menghasilkan pemahaman yang berlainan dengan maksud pengarangnya, bahkan tidak jarang akan menyebabkan batalnya suatu ibadah yang dikerjakannya sebagaimana yang dikhawatirkan oleh KH Ahmad Rifa’i di atas. Ibadah itu harus dipraktekkan sesuai dengan contoh dan petunjuk Nabi Saw ( Al Ashlu Fil Ibaadati At Tauqif Wal Ittibaa’ ), oleh karenanya Kh Ahmad Rifa’i selalu menekankan kepada “Ibadah Mefeki Rukun Syarat,”. Untuk dapat melakukan ibadah yang sesuai dengan dicontohkan oleh Rasulullah kita perlu mendapatkan bimbingan dari para ulama melalui karya-karyanya, hanya saja ketika kita kesulitan untuk memahami karya ulama yang notabenenya banyak berbahasa Arab, maka mempelajari kitab-kitab tarjamah yang berisikan ajaran Rasul serta menuntun kita untuk dapat menjalankan ibadah yang sesuai dengan contoh dan petunjuknya adalah WAJIB.

Wallahu A’lam

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

Tagged with: , ,

arti nama huruf perhuruf arab (1),Belajar kitab (1),Belajar kitab on line (1),kitab tarajumah com (1),kitab tarajumah rifa\iyah (1),syiiran mbah rifai (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner