Oleh : Ahmad Ar Rifa’i
Alhamdulillah dengan rahmat Allah kita sekarang sudah memasuki tahun baru Hijriyah tepatnya 1431 H. Dengan demikian mau tidak mau suka atau tidak suka kita harus mengucapkan selamat tinggal terhadap tahun1430 H. Namun apakah yang sudah kita lakukan selama satu tahun silam, sudahkah kita menjadi orang yang bertaqwa?. Sebab Allah yang menggenggam takdir kita telah memberikan informasi dalam Al Qur’an surat Al Hasr ayat 18.
” Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalh kamu kepada Allah, hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok ( akherat ) bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan( Al Hasr 18 ).
Sudahkah kita memperhatikan apa yang telah kita lakukan selama satu tahun ini ? persiapan apa yang telah kita lakukan untuk menyongsong datangnya maut ?. karena mati adalah sesuatu yang eksak ( pasti ) datangnya, tiada satupun makhluk didunia ini yang bisa lolos dari cengkraman maut termasuk para malaikat sekalipun. Allah berfirman : setiap yang bernafas pasti akan merasakan mati QS Ali Imran 185. kalau kita menyadari bahwa maut selalu mengintai kita setiap saat pastilah kita akan mempersiapkan bekal dalam menghadapinya. Sebab tatkala maut datang mencengkramkan kuku-kukunya di dada kita tiada seorangpun yang dapat menyelamatkan diri kita , kecuali diri kita sendiri yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat yaitu bebas dari kemusyrikan. Firman Allah: “Pada hari itu tidak bermanfaat harta benda serta anak-anak ( Yang engkau banggakan ) kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat”
Oleh sebab itu pada tahun baru ini mari kita susun rencana baru untuk lebih mendekat kepada Allah baik dengan harta kita maupun dengan jiwa kita, kita perbarui tauhid kita kepada Allah dengan mengucapkan dan menghayati Laailaha Illalloh sebagaimana sabda Nabi Saw : “Perbaharuilah Iman kalian dengan ucapan laailaha illalloh”. Sebab sehebat apapun ubudiyyah kita kalau masih ada dalam hati kita kesyirikan , Allah tidak akan pernah mau menerimanya karena iman adalah pondasi dasar dalam bangunan keIslaman kita, hindari tahayul, bid’ah dan khurafat ( mistik ) semua itu dapat menghancurkan keimanan kita. Sesudah keimanan kita kokoh hal penting yang harus kita perhatikan dan kita tingkatkan ditahun baru ini adalah kualitas sholat kita, kalau kemarin sholat kita banyak yang bolong, di tahun ini kita perbaiki. Kalau kemarin kita jarang jamaah kemasjid maka sekarang kita tingkatkan jamaah kita walaupun sementara ulama berpendapat bahwa jamaah itu sunnah namun kalau tanpa ada udzur syar’I kita berani meninggalkan jamaah maka hukumnya adalah dosa besar demikian menurut Adzdzahabi dalam Syarhul kabair, lebih-lebih sholat Subuh karena Allah menjelaskan keutamaan sholat subuh dalam QS Bani Israil Ayat 78
” sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan oleh para malaikat”
Dipertegas oleh sabda nabi dalam riwayat Bukhori “Seandainya umatku mengetahui tentang pahala yang disediakan oleh Allah bagi orang yang sholat Isya’ dan Subuh pastilah mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak”
Hal yang harus kita perhatikan dan kita tingkatkan ditahun baru ini pula adalah sholat Tahajjud atau Qiyamul lail, karena sholat tahajjud adalah Da’bussholihin ( Ciri orang-orang yang sholih ) dan merupakan satu-satunya sholat sunnah yang perintahnya ada dalam Al Qur’an. Alangkah nikmatnya ketika orang lain terbuai dalam mimpinya masing-masing kita bangkit bermunajjat berdialog langsung dengan Allah menghaturkan segala persoalan hidup, penuh pengharapan dan kekhusuan, maka pagi-pagi kita siap menyongsong hidup kita dengan berseri-seri, penuh optimis dan wajah kita akan diliputi nurullah sebagai bekas dari sujud kita. Dan Allah telah berjanji apabila kita rajin tahajjud maka Allah akan menempatkan kita pada tempat yang terpuji sebagaimana firmannya:
“Dan disebagian malam bertahajjudlah kalian sebagai amalan tambahan bagimu, supaya Allah menempatkanmu pada tempat yang terpuji”QS Bani Israil.79
Oleh karena itu menghadapi tahun baru ini mari kita banyak instrospeksi diri mencari kesalahan kita sendiri, untuk kemudian diperbaiki dimasa yang akan datang. Jikia kita temukan dalam diri kita ketaqwaan kepada Allah bersyukurlah dan tingkatkanlah, namun apabila dalam diri kita banyak cacat, noda dan dosa beristigfarlah kemudian mari kita perbaiki bersama diri kita ini hingga nanti kita dipanggil menghadap Allah dengan predikat Muttaqiin.
Diawal tahun yang baru ini, mari kita buka kembali lembaran baru dengan taubat nashuha, karena setiap manusia pasti mempunyai dosa dan khilaf maka sudah sepatutnyalah apabila kita memperbanyak taubat kepada Allah karena hamba yang dicintai oleh Allah bukanlah orang yang tidak punya dosa sama sekali namun mereka yang berdosa namun mau bertaubat kepada Allah ( Ni’mal ‘abdu Annahu Awwab ) bahkan Allah dalam hadits qudsi berfirman ” Apabila didunia ini tidak ada orang yang berbuat dosa sedikitpun maka aku akan ciptakan suatu kaum yang berdosa kemudian dia bertaubat kepadaku”. Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia tidak akan pernah lepas dari dosa namun ketika kita berdosa maka kewajiban kita adalah bertaubat kepada Allah SWT.
Banyak orang sholih yang asalnya berbuat maksiat kepada Allah seperti Umar bin Khottob dan Sunan Kali jaga, namun karena keseriusan Beliau dalam bertaubat kepada Allah maka Allah mengangkatnya menjadi kekasihNya. Setiap orang pasti mempunyai masa lalu dan masa lalu seseorang tidak selamanya bagus bahkan terkadang sangat kelam. Adalah tidak etis apabila kita mengungkit-ungkit masa lalu yang kelam dan pesimis terhadap masa depan. Menjadikan masa lalu sebagai pelajaran adalah terpuji namun apatis menghadapi masa depan karena kesalahan masa lalu adalah sangat tercela. Ingat !!! Allah adalah Tuhan yang Maha Pengampun yang bersedia mengampuni dosa hambanya walaupun seperti buih dilautan karena banyaknya. Allah melarang hambanya putus asa dari rahmatNYa oleh sebab itu mari kita bersama selalu mengharap limpahan rahmat dan ampunanNya. Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk dalam kategori orang-orang yang beruntung baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Amien Ya Rabbal Alamiin.
renungan muharram (20)






sungguh sebuah pencerahan awal tahun.
Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk dalam kategori orang-orang yang beruntung baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Amin ya mujibassa’iliin.
(maaf) izin mengucapkan selamat tahun baru hijriyah 1 Muharam 1431 H.
Semoga rohmat Allah semakin melingkupi kita.
*Maaf agak keluar tema
Salam,
Alamendah
Wahai Yang Memutarbalikkan hati dan pandangan, wahai Yang Mengatur
malam dan siang, wahai Yang Mengubah daya dan semua keadaan, ubahlah
keadaan kami pada keadaan yang paling baik dengan rahmat-Mu wahai Yang
Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.
“SELAMAT TAHUN BARU 1431″
Selamat Tahun Baru juga para sahabat..semoga persaudaraan kita tambah kukuh…amiin
Yang singkat itu waktu – yang dekat itu mati – yang besar itu nafsu – yang berat itu amanah – yang sulit itu ikhlas – yang mudah itu berbuat dosa – yang abadi itu berbuat kebajikan – yang tajam itu lidah – yang tinggi itu budi – yang panjang itu angan- angan – dan yang harus bulat itu adalah tekad. Namun yang ter- indah dari segalanya adalah “saling mema-afkan dan mohon ampun atas kekhilafan dan kesalahan, seraya mengucapkan: “SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1- MUHARRAM 1431 H.
@ibn khasbullah,
sama-sama pak kyai,saya pribadi atau atas nama tanbihun.com mohon maaf atas khilaf & salah kami. semoga ditahun ini akan menjadi lebih baik lagi.