Imam Nawawi dalam Adzkarnya menyebutkan bahwa telah diriwayatkan dalam kitab Ibnussunni melalui Abdullah Bin Busr al mazini yang telah menceritakan bahwa ibunya pernah menyuruhnya untuk mengirimkan beberapa tangkai buah anggur kepada rasulullah Saw, lalu ia memakan sebagian dari buah itu sebelum disampaikan kepada Nabi. Begitu sampai, rasulullah Saw menjewer telinganya seraya bersabda ” Hai Penghianat kecil !”.
Sebagian orang ada yang menganggap tidak masalah apabila sianak yang diperintahkan untuk menyampaikan suatu makanan kepada seseorang, mencicipinya ditengah jalan. Dan memang seperti itulah kejadian yang diceritakan dalam hadits ini karena anak tersebut tidak kuat menahan hasratnya. Meskipun demikian, Nabi tidak membiarkan kejadian ini berlalu begitu saja, tanpa memberikan teguran dan pelajaran bagaimana ia harus menjaga amanah, bersabar dalam menahan hasratnya dan menyampaikan amanah kepada yang berhak. Tindakkan beliau itu merupakan bentuk kasih sayang Nabi kepada anak tersebut, agar ketika dia kelak tumbuh dewasa ia akan menjadi orang yang dapat mengemban amanah dengan baik.
barangkali kekeliruan persepsi seperti inilah yang memperdaya sejumlah besar orang tua, hingga mereka merasa enggan untuk membangunkan anak-anaknya untuk melakukan sholat Subuh karena kasihan kepadanya dan agar sang anak dapat berangkat kesekolah dalam keadaaan cukup tidur. bahkan sebagian dari orang tua juga tidak mau mencegah anaknya dari makanan yang haram atau mencuri karena menurutnya itu adalah hal yang kecil yang masih bisa dimaafkan. cara seperti ini salah, bahkan Nabi sendiri pernah mengeluarkan buah kurma dari mulut Al Hasan dan bersabda :” Ukh…Ukh…!!! yakni muntahkan kembali, saat Al Hasan memakan kurma sedekah dari orang lain.
Merawat anak itu seperti merawat tanaman, kalau tidak diperhatikan dari proses persemaiannya, maka dapat dipastikan bahwa panen yang dinantikan akan gagal total.







A wise son makes a father to be glad but a foolish son is the heaviness to his mother
Anak yang memiliki budi pekerti yang baik akan menyenangkan hati ayahnya,tetapi anak yang bodoh akan menundukkan hati ibunya.