3:13 am - Kamis,24 Mei 2012

Pertanian?Kenapa Tidak?

Kamis, 3 Februari 2011 16:33 | Pendidikan | 4 Comments | Read 318 Times

Buitenzorg, 28 Januari 2011

Tanbihun.com – Dari kejauhan, tampak tiga siswa SMA berjalan keluar dari pintu gerbang sekolah. Mereka tampak serius memperbincangkan sesuatu. Jadi penasaran, ayo kita dekati biar tau sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan. “Ted, kau abis lulus ni mau ngelanjutin ke mana?” tanya Rifki. “Kalo aku si udah pasti mau ambil Teknik Mesin di Undip, soalnya zaman sekarang kan apa2 serbanya mesin, ya ga??” jawab Tedi mantap. “Kalo aku lebih ke kedokteran UGM lah, soalnya kesehatan kan nomor wahid bro” tukas Dani. “Kamu sendiri mau ngelanjutin ke mana Ki?” tanya Dani dan Tedi penasaran. “Wah, kalo aku lebih memilih jurusan pertanian di IPB, soalnya…” belum selesai Rifki menjawab Tedi dan Dani langsung tertawa ngakak. Hahahaha…Apa? Ente mau ambil jurusan pertanian? ga salah denger Ki? Emang ga ada jurusan lain yang lebih elit dikit? Ekonomi atau sospol kek? Pertanian kan ga menjanjikan??? Wow, seru ya obrolan mereka. Ternyata mereka sedang membahas mengenai kelanjutan studinya selepas SMA. Wah, nampaknya si Dani belum nyadar tuh kalo pangan (seperti beras) adalah kebutuhan pokok dia…ckckck.

Dari obrolan di atas ada kalimat yang perlu digarisbawahi, yaitu Pertanian kan ga menjanjikan???. Mungkin sebagian orang masih menganggap bahwa pertanian itu citranya kotor dan tradisional, imagenya miskin, dekil, panas, dan pekerjaan yang melelahkan. Sehingga akhir-akhir ini jumlah pelajar yang berminat melanjutkan jurusan pertanian, semakin menurun tiap tahunnya. Padahal pertanian tidak seburuk itu. Pak Soekarno saja bilang bahwa pertanian adalah tulang punggung negara. Kalau ditelusuri lebih lanjut apa itu pertanian yang sesungguhnya, pasti kita akan menyatakan bahwa pertanian adalah hal yang sangat penting.

Pertanian dalam arti luas merupakan usaha manusia dalam memanen energi radiasi matahari untuk menghasilkan makanan dan serat. Makanan berarti tidak hanya pertanian melainkan juga ternak dan ikan, sedangkan kata “serat” di sini berhubungan dengan sandang (pakaian) dan papan (kayu) (Handoko, 2006). Dalam trend perkembangan global pada abad 21, pertanian merupakan faktor penting yang berperan dalam mendukung perekonomian dan menangani krisis lingkungan, karena pada abad ini telah terjadi pemanasan global, kenaikan harga pangan, stok pangan dunia terbatas, lahan garapan semakin berkurang, dsb. Beberapa aspek yang merupakan bagian dari pertanian, meliputi: pertanahan, perbenihan, agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, hidroponik dan vertikultur, dan bioteknologi tanaman.

Tanah adalah media tanam yang sangat esensial bagi tanaman. Tanah yang subur berarti mengandung unsur hara makro dan mikro (keadaan kimia tanah) yang cukup, sedangkan tanah yang tidak subur cenderung kurang unsur hara makro dan mikro. Kelebihan dan kekurangan kedua unsur tersebut akan mengakibatkan dampak negatif bagi tanaman. Seperti halnya jika tanaman kelebihan unsur N maka akan menjadi sukulen dan rentan terhadap penyakit tanaman. Begitu juga jika tanaman kekurangan N maka daunnya akan menguning. Tanah yang bertekstur liat ruang udara (pori-pori tanah) nya akan sedikit sehingga pertukaran udara dalam tanah akan kurang untuk pernapasan akar tanaman (keadaan fisik tanah). Jadi, jika keadaan fisik, kimia dan biologi tanahnya baik maka otomatis produktivitas tanaman akan baik pula. Oleh karena itu, mempelajari ilmu tanah adalah pekerjaan penting untuk mendukung terpenuhinya pangan dunia.
Benih merupakan bakal tanaman yang nantinya akan menghasilkan biomassa (buah, daun, biji). Benih adalah sesuatu yang krusial untuk diperhatikan, karena juga sangat menentukan produktivitas tanaman. Benih harus ditangani dengan baik, mulai dari analisis kemurniannya, kesehatannya, produksinya, prosessingnya, maupun penyimpanannya, karena penanganan benih akan menentukan mutu benih itu sendiri baik mutu fisik (komposisi benih), mutu genetik (kesesuaian varietas), maupun mutu kesehatan benih (terhindar dari patogen dan seedborn). Jadi, mempelajari ilmu benih merupakan hal yang mulia untuk ikut andil dalam memenuhi stok pangan dunia.

Hidroponik adalah pengetahuan tentang cara bertani/ bercocok tanam tumbuhan dalam medium bukan tanah, dan menggunakan air sebagai hara dan sebagai medium pembawa campuran hara lain yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman secara optimal (Dhalhar, 2006). Keuntungan hidroponik adalah tidak memerlukan pemupukan, tidak perlu pengolahan tanah, tidak perlu rotasi tanaman, tanpa tanaman pengganggu, hasil tinggi, tenaga kerja sedikit. Vertikultur merupakan budidaya tanaman pada lahan sempit. Jadi, dengan adanya konversi lahan akhir-akhir ini yang mengakibatkan berkurangnya lahan untuk pertanian, maka vertikultur dan hidroponik merupakan solusi yang tepat untuk diterapkan.
Pemuliaan tanaman merupakan ilmu yang mempelajari mengenai rekayasa tanaman. Contoh aplikasi ilmu ini adalah perakitan varietas padi tahan genangan air yang dilatarbelakangi oleh berkurangnya produktivitas padi karena banjir. Terus, perakitan cabai tahan penyakit antraknosa yang dilatarbelakangi dengan anjloknya produktivitas cabai karena penyakit tersebut yang menyebabkan harga cabai melonjak naik. Contoh lainnya adalah penciptaan melon berdaging tebal, cabai yang memiliki tingkat kepedasan 1000 kali lipat (sehingga kalau mau bikin sambel ga butuh banyak cabai, red.), padi tahan hama wereng, padi berproduktivitas tinggi (dengan semakin berkurangnya lahan pertanian di Indonesia, penanaman padi jenis ini patut diterapkan, red.), nanas yang memiliki tingkat kemanisan tinggi, dan masih banyak contoh lain yang bisa diaplikasikan dari ilmu ini. Sehingga melalui ilmu ini diharapkan akan bisa membantu dalam memecahkan permasalahan di masyarakat.
Bioteknologi tanaman juga ilmu yang sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan. Salah satu bagian dari ilmu ini adalah kultur jaringan. Melalui kultur jaringan bisa diciptakan bibit-bibit tanaman dengan jumlah banyak dalam waktu yang singkat, tidak seperti budidaya tanaman secara konvensional. Kita juga bisa menciptakan keragaman tanaman, misalnya warna daun suatu tanaman biar beragam bisa digunakan sinar gamma untuk mutasi gen pada daun tersebut sehingga dihasilkan warna daun yang beragam.
Pertanian adalah faktor penting yang berperan dalam pembangunan nasional bangsa. Melalui pertanian maka permasalahan global pada abad 21 ini akan bisa dikurangi. Oleh karena itu, sebagai generasi muda harapan bangsa, sudah seharusnya kita menyadari bahwa pertanian adalah sesuatu yang menjanjikan !!!

NB. Maaf penjelasan dari masing2 aspek pertanian belum detail.

REFERENSI

Handoko. 2006. Bertani secara hydroponics, hlm. 24. Dalam U. Kartosuwondo, I. Qayyim, dan Erizal. (Eds.). Pengantar ke Ilmu-Ilmu Pertanian. Direktorat Tingkat Persiapan Bersama IPB. Bogor.

Handoko. 2006. Peran iklim dalam praktik pertanian, hlm. 1. Dalam U. Kartosuwondo, I. Qayyim, dan Erizal. (Eds.). Pengantar ke Ilmu-Ilmu Pertanian. Direktorat Tingkat Persiapan Bersama IPB. Bogor.

From: ALI AHKAMULLOH

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with: ,

mengapakah pertanian penting dalam dunia hari ini (1),pemuliaan tanaman cabe setelah banjir (1),pertanian abad 21 (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner