<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hilangnya Gaung Temanggung</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/</link>
	<description>Berbagi Kebaikan Itu Indah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 23:01:47 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: maspeem</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-905</link>
		<dc:creator>maspeem</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 06:53:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-905</guid>
		<description>rifaiyah sudah punya orang-orang sepuh yang masih penuh semangat seperti pak shadzirin, pak darji, pak nahri, pak mukhlisin, pak abu royhan, pak shihab, pak jasroni, pak muhdhor dll. punya orang2 kaya yang berdedikasi tinggi seperti pak dul kholik, pak roni, pak (...waduh siapa lagi ya?). juga orang2 muda yang cerdas dan enerjik seperti mas nurman (gimana ya kabarnya?), si bos rifai, kang yazid, mas bibit, asep dan banyak lagi. tapi heran koq ya gini2 aja.
mbah tetua adat (he he..) mbok didiskusikan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh rifaiyah!
ni mas rifai yang ketua PW jakarta komentar dong... biar kita2 tahu &#039;apa yang sebenarnya tidak terjadi&#039;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rifaiyah sudah punya orang-orang sepuh yang masih penuh semangat seperti pak shadzirin, pak darji, pak nahri, pak mukhlisin, pak abu royhan, pak shihab, pak jasroni, pak muhdhor dll. punya orang2 kaya yang berdedikasi tinggi seperti pak dul kholik, pak roni, pak (&#8230;waduh siapa lagi ya?). juga orang2 muda yang cerdas dan enerjik seperti mas nurman (gimana ya kabarnya?), si bos rifai, kang yazid, mas bibit, asep dan banyak lagi. tapi heran koq ya gini2 aja.<br />
mbah tetua adat (he he..) mbok didiskusikan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh rifaiyah!<br />
ni mas rifai yang ketua PW jakarta komentar dong&#8230; biar kita2 tahu &#8216;apa yang sebenarnya tidak terjadi&#8217;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ghofur Ahmad</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-904</link>
		<dc:creator>Ghofur Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:10:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-904</guid>
		<description>Surat terbuka buat Santri Rifaiyah Di Mesir@
________________________________________

Dengan rasa hormat,
saya mendengar katanya banyak santri rifaiyah yang di mesir dan yaman, tapi saya koq belum mendengar gaungnya.

Kalian bisa kan menulis? misalkan ; kalian beberkan dalil-dalil yang ada di kitab mbah rifa&#039;i itu ada didalam kitab apa?

Bisa juga di bahas kedudukan hadits2 yang tertulis di dalam kitab tarjumah.

Kalian bisa memulainya dari sekarang,
Alangkah indahnya bila itu bisa terwujud, dan didiskusikan disini.

Apa harus menunggu jadi ustadz / kyai dulu?

Semoga anda semua tidak tersinggung, niat saya hanya mengingatkan, kalau yang santri (alim) saja jadi pemalas, bagaimana kami2 yang awam ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Surat terbuka buat Santri Rifaiyah Di Mesir@<br />
________________________________________</p>
<p>Dengan rasa hormat,<br />
saya mendengar katanya banyak santri rifaiyah yang di mesir dan yaman, tapi saya koq belum mendengar gaungnya.</p>
<p>Kalian bisa kan menulis? misalkan ; kalian beberkan dalil-dalil yang ada di kitab mbah rifa&#8217;i itu ada didalam kitab apa?</p>
<p>Bisa juga di bahas kedudukan hadits2 yang tertulis di dalam kitab tarjumah.</p>
<p>Kalian bisa memulainya dari sekarang,<br />
Alangkah indahnya bila itu bisa terwujud, dan didiskusikan disini.</p>
<p>Apa harus menunggu jadi ustadz / kyai dulu?</p>
<p>Semoga anda semua tidak tersinggung, niat saya hanya mengingatkan, kalau yang santri (alim) saja jadi pemalas, bagaimana kami2 yang awam ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tetua adat</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-903</link>
		<dc:creator>tetua adat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:00:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-903</guid>
		<description>Kalau semua menunggu, siapa yang di tunggu? padahal hal besar itu diawali dengan hal-hal kecil.

Mulailah dari diri sendiri, apapun bentuknya asal baik,insya Alloh manfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau semua menunggu, siapa yang di tunggu? padahal hal besar itu diawali dengan hal-hal kecil.</p>
<p>Mulailah dari diri sendiri, apapun bentuknya asal baik,insya Alloh manfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aditya</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-902</link>
		<dc:creator>Aditya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 23:26:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-902</guid>
		<description>@Asep... Lha kalo jalan sendiri2 tanpa dikoordinir oleh PP...ngapain capek2 dan buang2 biaya ngadain muktamar ama mukernas...
@maspeem, Ya sampeyan jangan melihat aja dong....!!! Gimana kalo sampeyan ikut cawe2 demi Rifaiyah ini. Sak benere Rifaiyah itu on the right track tinggal nunggu orang yang enthengan tangan ajja...silahkan bagi yg enthengan tangan harap ngacuung..!!!
@Admin, terus berikan dorongan semangat buat pemuda2 Rifaiyah agar ga tidur ajja..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Asep&#8230; Lha kalo jalan sendiri2 tanpa dikoordinir oleh PP&#8230;ngapain capek2 dan buang2 biaya ngadain muktamar ama mukernas&#8230;<br />
@maspeem, Ya sampeyan jangan melihat aja dong&#8230;.!!! Gimana kalo sampeyan ikut cawe2 demi Rifaiyah ini. Sak benere Rifaiyah itu on the right track tinggal nunggu orang yang enthengan tangan ajja&#8230;silahkan bagi yg enthengan tangan harap ngacuung..!!!<br />
@Admin, terus berikan dorongan semangat buat pemuda2 Rifaiyah agar ga tidur ajja..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maspeem</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-901</link>
		<dc:creator>maspeem</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 14:02:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-901</guid>
		<description>apa yang dibahas (atau dikeluhkan) pada artikel diatas sebenarnya merupakan &#039;penyakit&#039; laten rifaiyah. dan sebenarnya juga hal tersebut sudah disadari oleh semua petinggi rifaiyah. aku sendiri dalam sedikit kesempatan pernah &#039;duduk satu forum&#039;dengan beliau2 yang terhormat: pak sadzirin, pak mukhlisin, pak nahri, pak darji dll. tapi entah kenapa penyakit yang sudah ketahui tersebut sejauh ini gagal untuk diobati.
satu yang justru patut untuk ditakutkan adalah hilangnya semangat berifaiyah pada semua daerah.
(barangkali ini hanya perasaanku) ketika mukernas dilakukan di ambarawa, orang semarang begitu bersemangat. tapi kemudian menjadi sangat tidak bersemangat ketika mukernas dilakukan di pati. itu karena apa yang mereka kerjakan dengan darah dan airmata (he he...) 200% di muktamar disia-siakan begitu saja. dan saat itu pati sebagai penyelenggara tengah bersemangat juga dengan 250%, terlepas dari penilaian gagal atau berhasil. dan ketika muktamar kemudian dilaksanakan di kenal, orang2 pati, dengan alasan yang sama dengan orang ambarawa, juga menjadi kurang bersemangat.
patut ditakutkan jika hal tersebut berlanjut ke kendal pada mukernas temanggung, dan temanggung pada muktamar berikutnya. dan berikutnya lagi. seperti domino dong he he</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa yang dibahas (atau dikeluhkan) pada artikel diatas sebenarnya merupakan &#8216;penyakit&#8217; laten rifaiyah. dan sebenarnya juga hal tersebut sudah disadari oleh semua petinggi rifaiyah. aku sendiri dalam sedikit kesempatan pernah &#8216;duduk satu forum&#8217;dengan beliau2 yang terhormat: pak sadzirin, pak mukhlisin, pak nahri, pak darji dll. tapi entah kenapa penyakit yang sudah ketahui tersebut sejauh ini gagal untuk diobati.<br />
satu yang justru patut untuk ditakutkan adalah hilangnya semangat berifaiyah pada semua daerah.<br />
(barangkali ini hanya perasaanku) ketika mukernas dilakukan di ambarawa, orang semarang begitu bersemangat. tapi kemudian menjadi sangat tidak bersemangat ketika mukernas dilakukan di pati. itu karena apa yang mereka kerjakan dengan darah dan airmata (he he&#8230;) 200% di muktamar disia-siakan begitu saja. dan saat itu pati sebagai penyelenggara tengah bersemangat juga dengan 250%, terlepas dari penilaian gagal atau berhasil. dan ketika muktamar kemudian dilaksanakan di kenal, orang2 pati, dengan alasan yang sama dengan orang ambarawa, juga menjadi kurang bersemangat.<br />
patut ditakutkan jika hal tersebut berlanjut ke kendal pada mukernas temanggung, dan temanggung pada muktamar berikutnya. dan berikutnya lagi. seperti domino dong he he</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asep</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-900</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:21:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-900</guid>
		<description>Aku herannya walaupun misalnya Pengurus RIfaiyah tidak jalan secara keorganisasian. tetapi masyarakat khususnya masyarakat Rifaiyah di Pekalongan itu jagonya bikin kegiatan. sampai kalau mau dituruti kegiatan masyarakat RIfaiyah itu bisa-bisa gak ada waktu lagi cari maisyah. kususnya kegiatan pengajian dan silaturahmi. saking begitunya kadang misalnya di pengajian Ahadan di masjid Istiqomah Paesan yang dihadiri masyarakat Rifaiyah dari berbagai penjuru Pekalongan dan Batang, pra maupun pasca pengajian itu biasanya terjadi &quot;pasar&quot; alias mereka ngaji sambil bawa dagangan. entah itu batik, tapih, kerudung, pakaian, kitab-kitab. jadi sambil menyelam minum air. aku melihat bahwa kegiatan-kegiatan itu berjalan secara otomatis saja.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku herannya walaupun misalnya Pengurus RIfaiyah tidak jalan secara keorganisasian. tetapi masyarakat khususnya masyarakat Rifaiyah di Pekalongan itu jagonya bikin kegiatan. sampai kalau mau dituruti kegiatan masyarakat RIfaiyah itu bisa-bisa gak ada waktu lagi cari maisyah. kususnya kegiatan pengajian dan silaturahmi. saking begitunya kadang misalnya di pengajian Ahadan di masjid Istiqomah Paesan yang dihadiri masyarakat Rifaiyah dari berbagai penjuru Pekalongan dan Batang, pra maupun pasca pengajian itu biasanya terjadi &#8220;pasar&#8221; alias mereka ngaji sambil bawa dagangan. entah itu batik, tapih, kerudung, pakaian, kitab-kitab. jadi sambil menyelam minum air. aku melihat bahwa kegiatan-kegiatan itu berjalan secara otomatis saja&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: em.yazid</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-899</link>
		<dc:creator>em.yazid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 11:07:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-899</guid>
		<description>@maspeem,
iya mas, kalau yg ngebahas rifaiyah sepi,kenapa ya? mungkin karena sudah tidak ada yang perlu dibahas kali ya?

Mboh nding .... Apapun alasannya, semoga tidak menjadi peredam hasrat menulis.biar tidak pandai, lumayan buat latihan berani, untuk ngisi komentar saja membutuhkan cukup nyali, apalagi menulis.

Selamat buat yang sudah nulis, selamat juga buat para komentator.
Bagi yang belum, jangan patah arang, kalau hari ini belum mungkin, besok,besok,dan masih ada ribuan esok. terus semangat !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@maspeem,<br />
iya mas, kalau yg ngebahas rifaiyah sepi,kenapa ya? mungkin karena sudah tidak ada yang perlu dibahas kali ya?</p>
<p>Mboh nding &#8230;. Apapun alasannya, semoga tidak menjadi peredam hasrat menulis.biar tidak pandai, lumayan buat latihan berani, untuk ngisi komentar saja membutuhkan cukup nyali, apalagi menulis.</p>
<p>Selamat buat yang sudah nulis, selamat juga buat para komentator.<br />
Bagi yang belum, jangan patah arang, kalau hari ini belum mungkin, besok,besok,dan masih ada ribuan esok. terus semangat !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maspeem</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-898</link>
		<dc:creator>maspeem</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 10:36:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-898</guid>
		<description>yang nulis ketua PW juga kan he he
just do it (just duit juga kali ya)
tanbihun.com kalo ngangkat tema (organisasi) rifaiyah sepi yang komentar ya? beda kalo masalah tahlilan. walahh!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang nulis ketua PW juga kan he he<br />
just do it (just duit juga kali ya)<br />
tanbihun.com kalo ngangkat tema (organisasi) rifaiyah sepi yang komentar ya? beda kalo masalah tahlilan. walahh!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: em.yazid</title>
		<link>http://tanbihun.com/rifaiyah/hilangnya-gaung-temanggung/#comment-897</link>
		<dc:creator>em.yazid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 08:04:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2000#comment-897</guid>
		<description>Amin Ya Robbal &#039;alamiin
Semoga Kesehatan dan rizki yg lapang untuk semua yg telah rela berjuang di jalan Alloh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amin Ya Robbal &#8216;alamiin<br />
Semoga Kesehatan dan rizki yg lapang untuk semua yg telah rela berjuang di jalan Alloh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

