Tanbihun- Malam ini tepat pukul 00:09, Ingin rasanya menumpahkan uneg-uneg didada ke dalam tulisan, tapi tangan terasa kelu, kata tak juga keluar dari otakku. Sambil menunggu dispenser yang belum panas airnya untuk secangkir kopiku. Aku play nasyid BROTHER-Selamat Berjuang kesukaanku.
Banyak sebenarnya yang ingin aku tulis, namun sayangnya aku bukan seorang sastrawan, andai aku seperti kang asep atau ustadz rifa’i, tentu akan teratur dan tertata rapi kalimat demi kalimat, tapi ego-ku berontak, biar saja …….!!! Tulis saja !!! Ikuti saja kata hatimu……..Meski bahasaku morat-marit seperti rambut budi anduk, semoga tidak mengurangi maksud hatiku.
Kawan……………….
Hanya satu pertanyaan yang selalu menggodaku hampir disetiap tarikan nafasku, ia kadang datang menjelma menjadi mimpi yang mengganggu tidur pagiku, bahkan tak jarang dia mengendap-endap mencoba menyelinap kedalam otakku yang sedang pusing membaca skema jalur hape yang kutangani yang semalaman belum juga ketemu. Jujur saja ingin rasanya kutepis khayalan ini, namun semakin aku mencoba melemparnya, semakin kuat dorongan itu menerjang sadarku.
Pertanyaan itu adalah……………
Kenapa Rifaiyah masih belum beranjak dari mati surinya???
Sebenarnya pertanyaan itu sudah aku coba sekuat tenaga untuk tidak aku keluarkan, karena hampir bisa dipastikan akan ada yang tersinggung. Kepada para Senior yang sudah mengucurkan keringat untuk rifaiyah. Tulisan ini aku peruntukkan untuk diriku sendiri atau untuk orang-orang yang merasakan hal yang sama denganku. Jadi jangan ada yang tersinggung !
Perhelatan akbar baru saja usai, Mukernas Rifaiyah ke-7 di temanggung serasa baru tadi pagi, semangatnya masih tersisa. Melihat dari draf hasil pleno memang menggairahkan, tapi terselip sedikit keraguan, akankah hasil mukernas itu menjadi pelengkap arsip PP. Rifaiyah? Tapi melihat aktifitas situs ini, merekahlah fajar harapan.
Oke…. Kita mulai mengidentifikasi maslah yang dihadapi Rifaiyah atau lebih tepatnya para pengurus plus faksi-faksi didalamnya ( AMRI,UMRI ).
Rifaiyah saat ini menghadapi tantangan-tantangan yang datang dari berbagai penjuru mata angin, paham-paham atau kelompok-kelompok lain mencoba menebarkan ideologinya kejantung warga rifaiyah, terutama generasi mudanya, sehingga jangan kaget jika santri tanbihun, tapi pola pikirannya wahaby,JIL,bahkan bukan hanya dari luar, tapi juga tantangan dari dalam. Kita belum mampu mengorganisasikan masalah dengan tepat, buktinya dari sekian banyak muktamar dan mukernas, belum bisa menjawab apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh umat. Pertanyaannya, apakah kita sebagai warga rifaiyah akan merespons tantangan-tantangan tersebut by designed atau sekedar bersikap reaktif?
Hal ini harus kita tangani dengan serius, tanpa perencanaan yang matang, langkah kita akan mudah pecah, perencanaan saja tanpa aksi, hanya angen-angen beloko dienggoni.
- Identifikasi masalah
- Menentukan Langkah
- Merancang strategi
- Aksi
Nyantai dulu….. jangan tegang-tegang, apalagi emosi……….. janganlah …….
Sambil ngopi….. aku ambil contoh ;
Semple 1 :
- Umat mengharapkan kitab rifaiyah yang bukan saja mudah dicari, tapi juga murah untuk ukuran ekonomi menengah kebawah.
- Mencetak dengan mesin offset dalam jumlah yang banyak sehingga dapat menekan harga.
- Mencari sumber pembiayaan sebagai modal awal, dalam pendestribusian bisa lewat ranting yang ada. Untuk soaialisasi bisa lewat even pengajian-pengajian.
Semple 2 :
- Umat berharap lembaga pendidikan madrasah diniyah memiliki kurikulum
- Bentuk team kecil yang terdiri dari minimal 3 orang yang sudah terbiasa dan mempunyai ke ahlian dibidang tarbiyah. Banyak warga kita yang menjadi guru bahkan dosen juga kyai yang berpengalaman berpuluh-puluh tahun mendidik santrinya. Perancang itu tidak usah banyak-banyak, kalau kebanykan hanya akan adu argumen, bahkan tidak mustahil hanya adu ego.
- Menyusun kurikulum sederhana yang sudah dibikin draf, cari kitab atau buku pendukung, nah… dalam pengetikan inilah kita butuh orang banyak…. Insya Alloh maksimal 1 tahun akan kelar.
Udah dulu…. Mau kerja dulu…… nanti disambung lgi…. ( pukul 1 :12)






nice posting bozzz…lanjuuuuutttt
saya tanggapin sample 1 ya….
untuk kasus yg no 1, sebenarnya sederhana saja kok, itu spt mslh bisnis biasa saja, asal pasarnya bisa di jamin, pendanaan bisa di carikan. ya kegiatan ini enggak pure bisnis, tp hitunganya spt bisnis.
kita ambil sample sederhana. kita cetak 2.000 eksemplar kitab tarjumah. klo saya beli buku dg kualitas hard cover dg jumlah halaman 600 halaman (eqifalen dg kitab tarjumah 30 kuras – satu kuras 20 halaman), harga eceran di toko buku sekitar sekitar 120 rb (cost produksi + tax + profit + dll). dengan asumsi kasar, biasanya cost produksinya sekitar 50%nya(60.000).
so untuk mencetak 2.000 eksemplar butuh pendanaan 60 rb x 2000 = 120 jt. gak perlu investasi mesin ofset dll. produkisinya dg sistim sub contract. saya punya pengalaman menangi kegiatan seperti ini,
Dana bisa di cari dari dana komersial(artinya bukan dari dana urunan),
ayo siapa yg mau ambil amanah ini, Insya Allah saya bantu. kita buat bisnis plan nya yang bagus. kita bikin team yg solid.
saya tunggu ikhwan2 yang tergerak. ayo kita mulai.
jangan kaget jika santri tanbihun, tapi pola pikirannya wahaby,JIL,bahkan bukan hanya dari luar, tapi juga tantangan dari dalam.
memang kalu berfikir seperti itu kenapa?
ajaran wahabi merupakan ajaran pemurnian islam, sedangkan JIL adalah sebuah Komunitas yang terdiri dari beberapa orang saja yang dikomandoi oleh Kang Ulil Absor(anak kia di Pati)dan JIL bukan sebuah ajaran tapi suatu pemikiran. tapi kayaknya mereka semua itu juga orang-orang islam.ha…ha….
sesungguhnya kita tidak usah berfikir bahwa JIL, wahabi itu tidak lebih baik dari Rifaiyah. tidak, kawan,tidak sobat, dan tidak.
kita berfikir Positif saja, merenungi dan evaluasi pada tubuh dan jiwa kita sendiri. kenapa rifaiyah yang beranggotakan ribuan orang, bisa kalah(dalam hal pemikiran yang membumi) dengan 7-8 orang (jil).
Jika kita ingin bersaing dalam hal ilmu pengetahuan, maka kita jangan menjustifikasi atau menghakimi orang atau sekumpulan orang yang berbeda faham dengan dirikita (yang boleh menghakimi adalah tuhan semata). melainkan kita bersaing dengan menggunakan akal dan pikiran. ingat otak harus dilawan dengan otak.
Rifa’i
kita bukan Tuhan yang bisa membenarkan dan meyalahkan
kita bukan malaikat yang selalu benar
Kita bukan nabi yang bisa mensyafaati
namun kita hanyalah Kaum rifa’i yang hanya bisa mengayomi.(said)
(yang boleh menghakimi adalah tuhan semata)
coba anda lihat karya2 syaikh ahmad rifa’i ! ketika mengkritisi haji dan ulama yang menghamba kepada kolonial belanda ;
Ghalib Alim lan haji pasik pada tulung
Marang Raja Kafir asih podo junjung.
Ikulah wong alim munafiq imane suwung
Dumeh diangkat derajat dadi Tumenggung.
Haji, abid, pada tulung maksiat
Nuli dadi qodli khotib ibadah
Maring alim adil laku bener syariat
Sebab khawatir yen ora nemu derajat
Ikulah lakune wong munafiq imane suwung
Anut maksiat wong dadi Tumenggung
Tanbihun ‘alim fasik dadi qodhi milahur
Tuwin guru memuruk syarate kasingkur
Tinggal wajibe amar naha maha tinutur
Iku sarirane hina fasik rasa luhur
Kebenaran hakiki memang milik Alloh, tapi kita punya aturan dalam beragama, itulah gunanya kita mempelajari fikih dengan usul-fikihnya.
Terlepas dari itu semua ; mari kita berdiskusi semoga Alloh meridhoi kita semua.
Wallahu ‘alam bisshawab.
masalahnya antara Rifaiyah, wahabiy dan JIL itu beda dalam lingkup AQIDAH bukan lagi wilayah pemikiran atau Ijtihadiyyah. Perbedaan pendapat dalam bidang yurisprudensi amat di tolirer dala Islam, itupun selama masih dalam lingkup Dzoniyyuddalalah bukan qath’iyuddalalah. Hendaknya kita bisa mengerti dan membedakan itu semua. memang benar yang berhak menjustifikasi semua persoalan itu hanya Allah, akan tetapi Allah telah menurunkan wahyunya sebagai tolok ukur…klo menurutku JIL itu bukan cuma pemikiran akan tetapi sebuah agama baru yang memiliki manhaj dan cara istinbath tersendiri yang jauh konsep yang telah dirumuskan para ulama salaf.bahkan mereka memiliki metode tafsir sendiri…mereka berani untuk menentang rumusan yang selama berabad2 lamanya telah dibakukan para ulama..Khusus buat kang Ulil saya salut akan kepandeannya hanya sayang, kenapa dia mendalami agama dari para orientalis sehingga mengguncangkan jiwa santrinya yang di gembleng lama di pesantren
kenapa kita berpolemik tentang JIL, biarkan dia dengan manhajnya, toh dia yg nanggung. kita nulis disini jg dia gak akan baca, jd gak akan memberi apa2 kpd dia. malah ini menjadikan promosi gratis bagi JIL. msh banyak topik indah lainya yg lebih urgen yg dpt dibahas.
kita harus dewasa menyikapi perbedaan, disini bebas berpendapat.
buat mas asikin ; _________________
Semangat kritis seperti yg dicontohkan syaikh ahmad rifai itulah yang nyaris hilang didada murid2nya kini. Beliau sangat tegas dalam mengkritisi ulama’2 su’, bahkan para penguasa sekalipun.
Bukan merasa benar sendiri, tapi menyampaikan pandangan menurut manhaj kita.
Soal didengar atau tidak, itu bukan tujuannya, dulu guru besar kita malah mengkritisi pererintahan kolonial, tapi beliau tidak memperdulikan, apa nasihat beliau didengar oleh belanda atau tidak, karena tujuan beliau adalah menyampaikan pandangan beliau kepada murid2nya..
saya pernah melihat data-data berupa Film dari munir. gara2 film tersebut munir dibunuh oleh penguasa di negeri ini.
di film tersebut, terjadi sebuah adegan layaknya taruhan yang dilakukan oleh orang-orang barat. Indonesia dijadikan lahan taruhan. siapa yang berhasil mencengkramkan kuku besarnya di Indonesia. coba bayangkan sahabat kita dibuat pasar taruhan
.dengan cara bekerja sama dengan CIA(intelgen AS).CIA bertugas untuk merusak dan mengacaukan Indonesia, setelah itu CIA datang seolah-olah menjadi pahalawan untuk menyelesaikan permasalahan yang diciptakannya sendiri.
cara CIA membuat keributan adalah menyebarkan Isu, isu tersebut yang akan digunakan sebagai alat untuk mengadu domba umat islam di negerinya sendiri.
umat islam dibuat hanya terfokus pada permasalahan Interennya sendiri. jadi tidak bisa berkembang dan berdakwah kepada umat non muslim..bisa kita ambil contoh kasus dari kasus Ahmadiyah, menjadi kasnya NU dengan FPI dan Muhamadiyah. dari kasus NU dengan FPI berupah menjadi bentrok antar Partai yang berbeda Ideologi, FPI didukung PKS,PPP dll begitu juga dengan NU didukung oleh PKB, JIL, Fredoom Institut.
terus terang saya juga ikut rapat dalam di PWNU Jateng untuk menyelesaikan masalah tersebut.saat itu saya di ajak Kang Talqis(ketua IPNU Jateng). sangat rumit sekali. setelah kita pelajari ternyata semua itu sudah diatur oleh Amerika dan kawan-kawan.
apakah kita selamanya hanya bertengkar soal aqidah, dan keyakinan. bukankah kitas semua adalah orang islam, yang dimana arti dari lafad itu adalah selamat. selamta dalam arti luasa adalah menyelamatkan. baik itu alam, bebatuan, pohon, manusia dan semua yang ada dilingkungan dunia ini harus dibuat selamat dengan rasa kenyamanan.
apakah kita hanya mementingkan dirikita sendiri yang selamat. menurutku tidak sahabat. sesungguhnya hidup kita sebagiannya adalah milik sosial. kita hidup di LSM, Oraganisasi Masyarakat, maupun hidup di Partai Politik sekalippun harus mencerminkan rasa sosial yang tinggi.
dalam ala-qur’an telah ditulis bahwa” janga kau saling menjelek-jelekan kaum yang lain. karea bisa jadi kaum yang engkau hina tersebut bisa jadi lebih baik dari kaum yang menghina”
tidak ada Islam arab, tidak ada islam Indonesia, tidak ada Islam jawa. yang ada adalah Islam milik Allah yang di turunkan lewat Nabi Muhammad SAW.
Masalah JIL mau Membaca atau tidak kita tidak usah mengharapkan. jika kita baik maka merekapun akan membacanya sendiri tanpa ada paksaan. ketika gula rasanya masih manis dengan sendirinya semut-semut akan mengerubunginya. tapi mungkin kapan-kapan jika memang dibutuhkan Ingsa Allah teman2 dari JIL(kang Ulil Absor) bisa kita SMS kan. he….he…
Alhamdulillah ketika jadi mahasiswa dulu, saya juga sering mengikuti seminar dan ikut aktif dalam bernagai ormas Islam. memang betul seperti kata ente, ada konspirasi besar dari AS untuk menghancurkan umat Islam. AS sengaja membuat aliran-aliran baru yang berpotensi mebuat gerah umat Islam di Indonesia, salah satu aliran yang di bentuk AS adalah JIL yang mana mereka mendapat pasokan dana tanpa batas oleh ASEAN FONDATION. Coba sampeyan pikir, apa motivasi pemberian dana yang begitu besar kepada JIL ? apakah dana tersebut gratissss , betul2 tanpa pamrih ?
Mungkin kalau sampeyan memang pemerhati masalah tersebut, sampeyan bisa menarik suatu benang merah terhadap itu semua. Bahkan saya pernah bertemu muka langsung dengan salah satu pembesar aliran sesat di Indonesia yg sudah taubat, dan dia mengatakan semua itu skenario AS.
Ulil pernah bilang ” Gaji saya tiga kali lipat dengan gajinya Syafii Maarif.” wooowwww..hanya dengan menjadi direktur JIL dia bisa memperoleh gaji sebesar ituuuu..???
Masalah aqidah adalah masalah yg sangat urgent kawan…karna itulah yg diserukan pertama kali saat nabi di utus, dan karna itu pula lah maka kenapa abu jahal memusuhi Nabi Muhammad yg notabene adalah ponakannya. kalau masalah aqidah diabaikan, kenapa nabi berkirim surat kepada raja Hiroclius serta Qisra Agar ia memeluk Islam ???? kenapa nabi ngga bilang..ahhh itukan hanya masalah aqidah..yg penting kita bisa saling menghargai…???
jawabannya ada pada hati anda masing2
Nabi muhammad bersabda: “akan keluar suatu kaum akhir zaman,org2 muda berpaham jelek.mrk bnyk mengucapkan ‘khoiril bariyah’(maksudnya firman2 Tuhan yg di bw oleh nabi).iman mrk tdk melampaui kerongkongan mrk. mrk keluar dr agama sebagaimana meluncurnya anak panah dr busurnya.dimana sj kamu bertemu dg mereka,lawanlah mrk.”
HR.Imam Bukhori(fathul bari juz XV hal.315)
pak dhe ikut prihatin….kalau di lht dari tulisannya,nak said ini pro JIL, atau memang JIL?
Lanjutkan diskusinya….
apa sih yang membedakan JIL dg yag lain?
seberapa kuat JIL itu?
apa karna di dukung USA sehingga JIL itu msh eksis.
Amerika sdh mulai runtuh……
klo saya sederhana saja, yang hak akan langgeng dan menang, dan yang batil akan binasa, itu sunnatullah.
tanpa perjuangan untuk membela yang hak, kang asikin ? dengan cukup berpangku tangan saja kah…??? lalu kenapa ada kewajiban amar ma’ruf nahi munkar? kenapa kita harus berdakwah ? sampeyan mungkin Ingat.” Al Haqqu bila inthidzom sayughlibuhul bathil binthidzom..” au kama Qool..
kalo JIL kurang serem, sekalian aja biar medeni bocah Jaringan Kafir Liberal (JKL.
semuanya ada strateginya, dengan dalih amar makruf, orang sering lupa strategi. mereka juga menggunakan strategi, dan klo ada ada starategi akhirnya malah nafsu dan ego yg bicara. dahwah juga harus melihat skala prioritas, dan energi dimiliki. demikian juga dalam diskusi.
ralat… maksudnya klo gak punya strategi ahirnya malah nafsu dan ego yg bicara
klo konsep islam kan jelas, amar ma’ruf nahi munkar terus strategi antum konkretnya apa?….maav sering org memahami bahwa amr ma’ruf nahi munkar pasti dg kekerasan,ngamuk2 dsb…padahal klo kita buka kitab riayah si Mbah sudaah mengajarkan kita metode amr ma’ruf nahi munkar yaitu..Bi lainin au ighladz bi hasbi ma yanfa’…itulah konsep Allah dalam menyuarakan kebenaran AMR MA’RUF NAHI MUNKAR..adapun dalam pelaksanaannya tergantung situasi dan kondisi (dahwah juga harus melihat skala prioritas, dan energi dimiliki. demikian juga dalam diskusi.) lalu bukankah aqidah merupan prioritas dakwah yang paling pokok…???? adakah yg lebih pokok dibanding itu…???
pak dhe ikut prihatin….kalau di lht dari tulisannya,nak said ini pro JIL, atau memang JIL?
saya sangat menghormati semua pergerakan yang mengandalkan akal. baik itu pergerakan yang dilakukan Gie(orang non muslim), Nietzhe (Orang transenden dari keluarga pastor). maupun para pemikir lainnya.
mengapa saya hormat?(menggunakan metodenya sokrates)
pertama-tama saya akan menjelaskan. jika suatu pemikiran tidak dilawan dengan sebuah pemikiran(diskusi dengan tokoh-tokohny)melainkan dengan penghakiman maka yang terjadi hanyalah kerusuhan dan pertengkaran. dan jika ini terjadi maka yang tertawa adalah orang-orang barat. ha…..ha….ha….saya (barat)berhasil mempora-porandakan Islam. dan coba tebak siapa yang dirugikan Umat Islam.
kedua mengapa say menghormati mereka
karena itu akan memacu semangat belajar saya untuk bisa mengalahkan JIL lewat dialektika. karena saya juga tidak sepaham dengan JIL.
Pikiran lawan pikiran itulah yang diwacanakan oleh ulama’ mesir Bahry dalam bukunya islam modern. saat menentang ajaran Ahmad Khan, yang diman beliau mendidikasikan dirinya sebagai pembahru dalam dunia islam jamaatnya disebut jamaat lahore(di India.
bahry cara menetangnya dengan cara membuat buku tandingan untuk menandingi buku yang dibuat oleh Ahmad Khan(AHmadiyah).
ajaran ahmadiyah kemudiaan menjelma menjadi ajaran yang disebut Qodiniyah(yang dibawa oleh mirzha Ghulam Ahmad). perlu diketahui juga kalou ahmadiyah hanya menganggap Ahmad khan sebgai seorang pembaharu islam sedangkan Qodiniyah itu menganggap Ahmad Khan sebagi seorang nabi.
sepakat dengan kang adytia.
dakwah tidak perlu dengan kekerasan. mengutik perkataan cak nun. dakwah yang baik yo iku dakwah pada dir sendirinya dulu.
jika diri sendirnya sudah baik makasecara otomatis akan dihormati dan akan dibuat contoh aleh masyarakat.
dakwah kan artinya mengajak. sedangkan mengajak apakah dengan paksaan. say not to war
Aditya says:
May 31, 2009 at 1:35 pm
Alhamdulillah ketika jadi mahasiswa dulu, saya juga sering mengikuti seminar dan ikut aktif dalam bernagai ormas Islam.
sewaktu jenengan jadi mahasiswa. apakh jenengan juga mengikuti pertikaian antara organisasi yang mengatasnamakan islam, seperti PMII, HMI, KAMMI.
jika iya mereka bertengkar karena perbedaan politk. apakah harus bertengkar.
mereka mungkin juga tidak sadar mereka disetir oleh orang-oarang yang diatasnya demi kepentingan pribadi. dan itu lah contoh kecil AS mempermainkan dunia Muslim.