3:44 am - Kamis,24 Mei 2012

Kenapa Rifaiyah?

Kamis, 28 Mei 2009 1:27 | Rifaiyah | 21 Comments | Read 925 Times

Tanbihun- Malam ini tepat pukul 00:09, Ingin rasanya menumpahkan uneg-uneg didada ke dalam tulisan, tapi tangan terasa kelu, kata tak juga keluar dari otakku. Sambil menunggu dispenser yang belum panas airnya untuk secangkir kopiku. Aku play nasyid BROTHER-Selamat Berjuang kesukaanku.

Banyak sebenarnya yang ingin aku tulis, namun sayangnya aku bukan seorang sastrawan, andai aku seperti kang asep atau ustadz rifa’i, tentu akan teratur dan tertata rapi kalimat demi kalimat, tapi ego-ku berontak, biar saja …….!!! Tulis saja !!! Ikuti saja kata hatimu……..Meski bahasaku morat-marit seperti rambut budi anduk, semoga tidak mengurangi maksud hatiku.

Kawan……………….

Hanya satu pertanyaan yang selalu menggodaku hampir disetiap tarikan nafasku, ia kadang datang menjelma menjadi mimpi yang mengganggu tidur pagiku, bahkan tak jarang dia mengendap-endap mencoba menyelinap kedalam otakku yang sedang pusing membaca skema jalur hape yang kutangani yang semalaman belum juga ketemu. Jujur saja ingin rasanya kutepis khayalan ini, namun semakin aku mencoba melemparnya, semakin kuat dorongan itu menerjang sadarku.

Pertanyaan itu adalah……………

Kenapa Rifaiyah masih belum beranjak dari mati surinya???

Sebenarnya pertanyaan itu sudah aku coba sekuat tenaga untuk tidak aku keluarkan, karena hampir bisa dipastikan akan ada yang tersinggung. Kepada para Senior yang sudah mengucurkan keringat untuk rifaiyah. Tulisan ini aku peruntukkan untuk diriku sendiri atau untuk orang-orang yang merasakan hal yang sama denganku. Jadi jangan ada yang tersinggung !

Perhelatan akbar baru saja usai, Mukernas Rifaiyah ke-7 di temanggung serasa baru tadi pagi, semangatnya masih tersisa. Melihat dari draf hasil pleno memang menggairahkan, tapi terselip sedikit keraguan, akankah hasil mukernas itu menjadi pelengkap arsip PP. Rifaiyah? Tapi melihat aktifitas situs ini, merekahlah fajar harapan.

Oke…. Kita mulai mengidentifikasi maslah yang dihadapi Rifaiyah atau lebih tepatnya para pengurus plus faksi-faksi didalamnya ( AMRI,UMRI ).

Rifaiyah saat ini menghadapi tantangan-tantangan yang datang dari berbagai penjuru mata angin, paham-paham atau kelompok-kelompok lain mencoba menebarkan ideologinya kejantung warga rifaiyah, terutama generasi mudanya, sehingga jangan kaget jika santri tanbihun, tapi pola pikirannya wahaby,JIL,bahkan bukan hanya dari luar, tapi juga tantangan dari dalam. Kita belum mampu mengorganisasikan masalah dengan tepat, buktinya dari sekian banyak muktamar dan mukernas, belum bisa menjawab apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh umat. Pertanyaannya, apakah kita sebagai warga rifaiyah akan merespons tantangan-tantangan tersebut by designed atau sekedar bersikap reaktif?

Hal ini harus kita tangani dengan serius, tanpa perencanaan yang matang, langkah kita akan mudah pecah, perencanaan saja tanpa aksi, hanya angen-angen beloko dienggoni.

  • Identifikasi masalah
  • Menentukan Langkah
  • Merancang strategi
  • Aksi

Nyantai dulu….. jangan tegang-tegang, apalagi emosi……….. janganlah …….

Sambil ngopi….. aku ambil contoh ;

Semple 1 :
  • Umat mengharapkan kitab rifaiyah yang bukan saja mudah dicari, tapi juga murah untuk ukuran ekonomi menengah kebawah.
  • Mencetak dengan mesin offset dalam jumlah yang banyak sehingga dapat menekan harga.
  • Mencari sumber pembiayaan sebagai modal awal, dalam pendestribusian bisa lewat ranting yang ada. Untuk soaialisasi bisa lewat even pengajian-pengajian.

Semple 2 :
  • Umat berharap lembaga pendidikan madrasah diniyah memiliki kurikulum
  • Bentuk team kecil yang terdiri dari minimal 3 orang yang sudah terbiasa dan mempunyai ke ahlian dibidang tarbiyah. Banyak warga kita yang menjadi guru bahkan dosen juga kyai yang berpengalaman berpuluh-puluh tahun mendidik santrinya. Perancang itu tidak usah banyak-banyak, kalau kebanykan hanya akan adu argumen, bahkan tidak mustahil hanya adu ego.
  • Menyusun kurikulum sederhana yang sudah dibikin draf, cari kitab atau buku pendukung, nah… dalam pengetikan inilah kita butuh orang banyak…. Insya Alloh maksimal 1 tahun akan kelar.

Udah dulu…. Mau kerja dulu…… nanti disambung lgi…. ( pukul 1 :12)

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Blogger yang selamanya jadi murid ... ... ... ...

Tagged with:

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner