4:00 am - Kamis,24 Mei 2012

Menyongsong Kemerdekaan Dengan Jihad

Kamis, 13 Agustus 2009 16:28 | Sejarah | 0 Comment | Read 307 Times

Relevansi Resolusi Jihad K.H.Hasyim Asy’ari

Dengan Gelora Semangat Para Pejuang

Dalam Mempertahankan

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh: Ibn Khasbullah

Usia Kemerdekaan Republik Indonesia baru satu bulan lebih ketika terdengar desas desus bahwa Belanda akan segera kembali menjajah Indonesia dengan membonceng tentara sekutu yang direncanakan akan segera mendarat di Tanjung Perak Surabaya pada sekitar bulan Oktober- 1945, yakni +/- 2 bulan setelah pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kedatangan tentara Belanda yang kemudian menyebut dirinya sebagai tentara NICA (Netherlands Indies Civil Agencys) ini pasti akan sangat mengancam kedaulatan Negara muda yang baru diproklamasikan itu. Hal ini sungguh menggelisahkan beberapa pemimpin bangsa. Sukarno pun Sebagai Kepala Negara waktu itu segera mengambil inisiatip untuk meminta fatwa kepada Hadrotus Syaikh H. Hasyim Asy’ari, seorang tokoh Ulama kharismatic pendiri Nahdlotul Oelama (N.O/ N.U), tentang masalah genting yang sedang dihadapi bangsa Indonesia tersebut. Dua alasan mengapa Sukarno meminta fatwa kepada beliau, bukan kepada orang lain, yaitu:

1. Beliau adalah seorang Ulama Kharismatik sekaligus sebagai Ro’is Aam

(Pemimpin Umum) Jam’iyyah Nahdhotul Ulama yang suaranya akan didengar oleh

seluruh kaum muslimin Indonesia lintas golongan.

2.Beliau terkenal sebagai ulama patriotic pencinta tanah air, terbukti dengan inisiatip beliau

mendorong putranya K.H.Yusuf Hasyim (Pak Ud) untuk membentuk “Syubbaanul

Wathon” pada tahun 1924, sebuah organisasi kepemudaan dengan wacana kebangsaan,

bukannya wacana kedaerahan yang pada saat itu justru menjadi trend dari jenis- jenis

organisasi kepemudaan seperti: Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong

Islamiten Bond, dll.

Organisasi Syubbanul Wathon ini dikemudian hari berubah menjadi Gerakan Pemuda

Ansor NU.

Maka Hadrotus Syaikh menjawab permintaan fatwa Sukarno tersebut dengan membuat rancangan/ konsep resolusi pada tanggal 17- September 1945 sembari menyebarkan undangan kepada seluruh Konsulnya para tokoh ulama NU se wilayah Jawa Madura untuk segera mengadakan musyawarah darurat. Musyawarah ini perlu karena fatwa yang akan dikeluarkan adalah FATWA JIHAD yang tidak boleh diartikan secara sempit dan sesuka hati. Fatwa ini harus muncul dari kajian yang sangat mendalam bersumber kitab- kitab rujukan yang mu’tabarot (credible) berdasar dalil- dalil yang jelas dan pasti, oleh para Ulama yang memang mempunyai bobot untuk itu.

Musyawarah diselenggarakan pada tanggal 21 ~ 22 Oktober 1945 di kantor PB. Ansor NO (PB. ANO), jalan Bubutan VI/ 2 Surabaya dibawah koordinasi K.H. Wahab Chasbullah dan K.H. Bisri Syamsuri. Mereka membahas situasi genting yang sedang dan akan dihadapi bangsa Indonesia serta membahas isi konsep Resolusi Jihad Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari. Musyawarah selesai pada tanggal 22- Oktober- 1945 dengan menyepakati konsep Resolusi Jihad K.H.Hasyim As’ari tersebut.

Keesokan harinya Tanggal 23- Oktober- 1945, Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari sendiri yang membacakan Resolusi Jihad rancangan beliau yang telah dengan suara bulat disetujui oleh para Ulama dari seluruh Indonesia, yang secara garis besar isinya adalah sebagai berikut:

1. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17- Agustus- 1945, adalah sah.

2. R.I sebagai satu – satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan.

3. Semua musuh- musuh R.I, yakni Belanda dan semua sekutunya yang membantu Belanda,

dalam hal ini termasuk tentara Inggris yang datang dengan alas an akan melucuti tentara

Jepang, wajib dilawan.

4 Kewajiban tersebut adalah JIHAD yang menjadi kewajiban tiap- tiap orang islam (fardhu

ain) yang berada pada jarak radius 94 km (masafatul qosri), dan yang gugur dalam

perjuangan ini DINILAI MATI SYAHID.

5. Mereka yang berada diluar radius tersebut tidak wajib berperang, (hukumnya fardhu

Kifayah), akan tetapi BERKEWAJIBAN membantu saudara- saudaranya yang sedang

berjuang menghadapi musuh, dan DOSA BESAR bagi mereka yang tidak bersedia

memberikan bantuan bagi mereka yang sedang berjuang.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 25- Oktober- 1945, 53 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, tentara sekutu dibawah pimpinan Jenderal Mallaby mendarat di Surabaya. Tugas utama mereka adalah datang untuk melucuti tentara Jepang dan membebaskan tawanan Belanda dari kamp- kamp tahanan Jepang. Tetapi ternyata desas desus akan kembalinya tentara Belanda menjadi kenyataan. Mereka ikut turun membonceng dengan menggunakan nama NICA dengan maksud tersembunyi untuk mencaplok kembali Indonesia.

Tatkala tentara sekutu mendarat, gema Resolusi Jihad K.H.Hasyim Asy’ari sudah kadung berkumandang keseluruh penjuru tanah air, dan mendapatkan sambutan yang gegap gempita dari segenap anak bangsa. Seluruh elemen bangsa, merasa terpanggil untuk mendarmabaktikan harta, pikiran bahkan jiwanya untuk membela Republik Indonesia. Terbukti 18 hari kemudian, tepatnya pada tanggal 10- Nopember- 1945, seluruh bangsa Indonesia bangkit melakukan perlawanan heroic terhadap bala tentara sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Mallaby yang baru mendarat tersebut. Maka tentara sekutu yang baru memenangkan pertempuran Dunia Ke II itupun dibuat kewalahan menghadapi perlawanan rakyat Indonesia yang tak kenal menyerah dan tak takut mati karena taat dan patuh pada Resolusi Jihad K.H.Hasyim Asy’ari yang dikomadokan oleh Bung Tomo melalui corong- corong radio perjuangan. Allaahu Akbar- Allaahu Akbar.

Penulis sangat mengharap agar semangat Resolusi Jihad ini tetap di- ingat dan terpatri selama- lamanya dalam setiap kalbu bangsa Indonesia untuk mengantarkan dan mengawal kemerdekaan bangsa Indonesia, menuju BALDATUN THOYYIBATUN WA ROBBUN GHOFUUR.

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

Tagged with:

Hadrotus Syaikh K H Hasyim Asyari (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner