Pendahuluan
SEJARAH ditulis berdasarkan kemampuan manusia membaca literatur, dan peninggalan-peninggalan masa lalu. Tetapi adapula sejarah yang ditulis berdasarkan kepentingan penguasa, sehingga kebenarannya seringkali diabaikan. Sejarah semacam itu ditulis dengan tujuan agar masyarakat mengagungkan penguasa dan mengamini jasa dan kebijakan-kebijakannya. Untuk kepentingan penguasa, sejarah dihalalkan untuk di sabotase, sehingga pembodohan masal berlangsung.
Supersemar, serangan satu maret, PKI, dan historigrafi Indonesia pada umumnya, menurut Asvi Warman Adam, selaku sejarawan senior LIPI berlumuran kepentingan-kepentingan penguasa. Sehingga pada masa lalu ada istilah pembredelan, pelarangan peredaran buku merupakan bentuk kekhawatiran penguasa terhadap terkuaknya kebenaran sejarah yang akan mengancam status quo.
Sejarah yang ditulis pada zaman tertentu belum tentu di amini oleh zaman lainnya. Karena setiap masa dalam sejarah manusia selalu terdapat ruh zaman (zeitgheist) yang berbeda, masing-masing generasi mempunyai fersi sejarahnya. Maka dianjurkan setiap generasi menuliskan sejarahnya. Hal tersebut disebabkan karena penemuan literatur dan bukti sejarah baru turut menyumbang pembacaan baru atas sejarah, dan perkembangan metode dan ilmu sangat menentukan perkembangan historiografi.
Meminjam kategorisasi Muhammad Arkoun dalam membaca sejarah, dapat ditemukan istilah “sesuatu yang belum terpikirkan” pada tempoe doeloe, pada sekarang menjadi “terpikirkan”. Ketika saya duduk di bangku stanawiyah dulu belum memikirkan bahwa PKI ternyata beranggotakan orang-orang Islam, bahkan ulama, karena buku-buku pelajaran sejarah tidak pernah menyatakan hal itu. Yang ada dalam buku sejarah bahwa PKI adalah partai komunis yang atheis anti Tuhan, sehingga tak mungkin beranggotakan orang-orang beragama. Konstruk sejarah yang minor mendekte kognisi manusia untuk menyalahkan korban (victimizing).
Perkembangan ilmu menyumbang terhadap perkembangan historiografi. Syahrur yang berujar bahwa zaman sekarang lebih kompatibel untuk membaca sejarah daripada masa lalu, karena perkembangan ilmu pengetahuan telah menjadi seperangkat alat pembaca atas sejarah. Pembacaan sejarah model interdisipliner tentunya lebih lengkap dalam membaca fakta dan dokumen sejarah dari pada hanya mengandalkan satu perangkat ilmu pengetahuan. Pendekatan sejarah multi disipliner itu dikenal sebagai total history yang dikembangkan oleh sejarawan kenamaan Perancis Denis Lombard. Aplikasi sejarah total ada pada magnum opus nya Nusa Jawa Silang Budaya.
Gambaran historiografi di atas juga terjadi pada sejarah peradaban lainnya. Sejarah ras manusia pada zaman nazi dibedakan menjadi beberapa ras, dan yang diyakini sebagai ras paling mulia dan pertama adalah ras Arya. Pandangan rasis tersebut menghasilkan genosida atas ras-ras lainnya. Pertarungan sejarah juga terjadi tentang banyaknya korban pembunuhan rasisme ala nazi. Versi korban mengatakan bahwa warga Yahudi yang dibunuh Hitler mencapai tujuh juta. Versi sejarah lainnya, termasuk Roger Garaudi membantah fakta tersebut. Tuduhan mereka yang tidak setuju berujar bahwa jumlah tujuh juta terlalu di mark up untuk kepentingan politis zionisme pasca perjanjian Boulfour, untuk mencari simpati dunia agar negara Yahudi segera terbentuk, sehingga para semit itu tidak mengalami diaspora lagi.
Perang argumen atas keberhasilan armada laut juga menjadi perbincangan tersendiri. Banyak orang menganggap bahwa rombongan Vasco da Gama dan Columbus adalah armada terbesar dan awal penjelajah dunia. Sehingga dikabarkan ekspedisi itu awal dari penemuan beberapa teknologi, termasuk kompas. Sumber sejarah lain membuktikan bahwa ratusan tahun sebelum perjalanan Vasco da Gama, laksamana Ceng Ho dari dinasti Ming telah lebih dulu menjelajah belantara lautan dan daratan keseluruh penjuru pelosok dunia. Perjalanan pasukan Cheng Ho pada masa silam telah mencapai daratan Afrika. Bukti sejarah ditemukan bahwa kompas pada tahun 1000 M telah di pakai kebanyakan navigator Cina.
Penemuan bukti-bukti sejarah baru membuat tandingan atas dominasi sejarah yang selama ini dituliskan sekaligus menjadi pembelaan peradaban tertentu terhadap peradaban lainnya (baca timur vs barat). Timur dan barat juga ditentukan atas penulisan sejarah. Karena masing-masing peradaban secara psiko-peradaban tak mau di anggap lemah, dan masing-masing peraban menginginkan lebih mulia dari peradaban lainnya, maka apabila kemuliaan itu tidak dicapainya pada masa sekarang, secara otomatis bukti sejarah menjadi stempel dan pembelaan diri (apologi) atas kejayaan-kejayaan masa silam yang pernah dicapai peradaban tertentu. Penemuan baru atas kejayaan pelayaran armada laut Cheng Ho memberikan stempel heroik kejayaan dunia timur atas barat.
SEPERCIK SEJARAH ZIONISME
HIJRAHNYA Yahudi ke Palestinaa adalah hasil inisiatif gerakan Zionis sedunia. Ide ini terwujud pasca perjanjian Zionis pertama World Zionist Organisation (WZO) pada tahun 1897 di Basle, Switzerlandlah yang menjadi titik tolak imigrasi tersebut. Walau bagaimanapun imigrasi Yahudi hanya berlaku 20 tahun setelah perjanjian itu. Tepatnya setelah Sir Arthur Belfour, seorang Zionis Kristian yang menjadi Menteri Luar Kerajaan Inggris mengizinkan perpindahan Yahudi dari seluruh dunia ke bumi Palestina melalui satu deklarasi yang dikenali sebagai “The Balfour Declaration” pada tahun 1917.
Untuk menyikapi isu Palestina, seseorang sebaiknya melihat proses sejarah awalmula zionisme terbentuk, dan tidak hanya melihat keterpotongan sejarah dan isu politik yang terjadi. Karena tanpa melihat itu, para sarjana banyak yang terjebak pada anggapan bahwa isu Palestina adalah isu percekcokan antara dua bangsa yang memperebutkan hak atas sebidang tanah. Perlu dipahami, bahwa isu palestina tidak diawali dengan perebutan tanah. Tetapi hal itu bermula ketika bangsa Yahudi datang dari segenap pelosok dunia meninggalkan tanah air mereka berhijrah ke bumi Palestina lantas menjajah bumi tersebut dan mengusir penduduk asalnya.
Bangsa Yahudi bukan dari satu kelompok. Pada awalnya ia bangsa yang bernasib tak mujur, karena mereka selalu mengalami diaspora, menyebar di seluruh pelosok dunia. Bagi Yahudi keturunan dari Ashkenazi, yang berasal dari wilayah Khazar Rusia, menurut Arthur Kostler pengarang buku The 13th Tribe- kebanyakan mereka datang dari Eropa, Rusia, Eropa barat, Amerika dan juga Amerika Selatan. Bagi Yahudi keturunan Shepardi (Yahudi dari keturunan Bani Israel) kebanyakan mereka datang dari Iraq, Yaman, Maghribi, negara-negara Arab yang berdekatan dan juga dari negara-negara Afrika. Gerakan Zionislah yang menyatukan mereka di bawah satu cita-cita dan akhirnya mereka berkumpul di bumi Palestina yang mereka namakan sebagai “Erezt Yizrael” (Bumi Israel). Buku Theodore Herzl (penggagas gerakan Zionis) yang berjudul Der Junder Staadt (The Jewish State) pada tahun 1896 telah meniupkan semangat baru kepada mereka untuk berhimpun di bumi Palestina setelah sekian lama mereka tinggal bertebaran di seantereo dunia.
Persoalannya motivasi apakah yang membuat mereka menjadi bernafsu meninggalkan tanah kelahiran mereka di Eropa, Amerika dan di seluruh dunia untuk mendiami padang pasir Palestina. Dalam kasus ini kita dapat merujuk Kitab Perjanjian Lama (old testament) yang menjadi rujukan utama para agamawan Yahudi. Kita juga dapat merujuk kepada tulisan-tulisan para sarjana Yahudi yang dianggap mempunyai otoritas dalam bidang sejarah Yahudi.
Menurut kajian sejarah, sebab utama yang membawa kaum Yahudi hijrah ke bumi Palestina adalah karena doktrin agama. Bagi kaum Yahudi, entah itu mereka yang taat terhadap ajaran Yahudi, atau mereka yang sekuler, tetap meyakini bahwa Palestina merupakan tanah yang dijanjikan oleh Yahweh (Tuhan umat Yahudi) kepada bangsa Yahudi. Teori ini mendapat banyak kritikan dari sarjana Yahudi dari kalangan liberal sampai ortodok. Bagi para pengkritik, agama bukan faktor utama yang memotivasi kaum Yahudi dari pelosok dunia untuk berhijrah ke Palestina. Menurut mereka faktor politik, sosio ekonomi, pengaruh paham Nasionalisme di Eropa, kolonialisme, anti-Semitik yang mendominasi masyarakat barat ketika itu yang menjadi penggerak dan ide negara Israel untuk orang Yahudi.
Pandangan pertama kebanyakan dianut oleh mereka yang berkebangsaaan Yahudi dan beriman bahwa Yahweh yang telah menjanjikan kepada Bangsa Yahudi bumi Palestina melalui Nabi Ibrahim di dalam kitab Perjanjian Lama yang berbunyi: “Unto thy seed will I give this land” “Dan kepada keturunanmu akan kuberikan tanah ini”, (Genesis/Kejadian 12:7.)
Juga disebutkan dalam Genesis/Kejadian 13:15, “tanah” yang dijanjikan itu diperinci sebagai: “All the land which thou seest to thee will I give it and to thy seed for ever” (Seluruh tanah yang dapat kamu lihat sehingga akan ku berikan kepada keturunanmu selama-lamanya). Firman itu disampaikan ketika Nabi Ibrahim berdiri di atas bukit berdekatan dengan Bethel.
Lebih terperinci lagi, di dalam Genesis/Kejadian 15:18 disebutkan: “Unto thy seed have I given this land, from the river of Egypt unto the great river Euphrates.” (Untuk keturunanmu Aku berikan tanah ini, dari sungai Mesir (Nil) sampai sungai besar Euphrates)
Theodore Herzl yang merupakan seorang atheis, meletakkan dasar negara Israel (Erez Yizrael) juga merujuk kepada Kejadian 15:18. Persoalannya di sini, adakah bukti-bukti dari “Taurat” yang menjadi legitimasi kepulangan mereka ke bumi Palestina? persoalan ini telah dijawab oleh pakar-pakar perjanjian lama dari beberapa sudut pandang.
Jawaban itu diantaranya penafsiran atas kata thy seed atau mereka yang berhak mewarisi bumi Palestina, terutama kota Baitul Maqdis yang mereka sebut sebagai Yerusalim. Apakah lafadz thy seed itu berarti hanya merujuk kepada bangsa Yahudi. Dr. Alfred Guillaume, Profesor dan pakar studi Kitab Perjanjian Lama (Old Testament Studies) dari University of London menyatakan:
“Generally supposed that these promises were made to the Jews and no to the Jews alone. But that is not what the Bible says. The words “to thy seed” inevitably include Arabs, both Muslims and Christians, who claim descent from Abraham through his son Ishmael”
Menurut Guillaume, ayat di dalam Genesis, 21:10-12 merupakan tafsiran atas lafad thy seed, sebagaimana Yahweh telah berkata kepada Ibrahim:
“Let it not be grievous in thy sight because of the lad and because of thy bondwoman; in all that Sarah saith unto thee hearken unto her voice: for Isaac I shall seed be called unto thee. And also the son of the bondswoman (Ishmael) will I make a nation, because he is thy seed.
Guillaume menambahkan bahwa tidak benar keturunan Isaac (Ishaq) dijuluki sebagai Israelites (Bani Israel), yang benar sebagai bani Israil adalah keturunan dari Ismail, karena Ismail yang paling sesuai untuk dinisbatkan kepada Ibrahim, dan dari keturunan Ismaillah yang paling layak menyandang thy seed.
Tambah Guillaume, apabila perjanjian yang Yahweh berikan kepada Nabi Ibrahim untuk mewarisi bumi Kan’an (Palestina) kepada keturunannya, yakni keturunan Ismail. Logiknya, menurut beliau, pewarisan tersebut dilakukan ketika upacara khitan salah seorang anak Ibrahim (Kejadian, 17:8). Jelas di dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa yang dikhitan adalah Ismail, dan Ishaq belum lagi dilahirkan pada waktu Ibrahim mengkhitankan Ismail.
Menurut Arthur Koesler, seorang pakar sejarah, kebanyakan bangsa Yahudi yang mendukung ide Zionisme dan juga ide hijrah ke bumi yang dijanjikan adalah Yahudi dari keturunan Ashkenazi. Yahudi Ashkenazi bukanlah dari keturunan Bani Israil (Yaaqub), tetapi dari bangsa Rusia Khazar yang telah memeluk agama Yahudi. Boleh dikatakan 70% Yahudi yang ada di bumi Palestina adalah mereka keturunan Yahudi Ashkenazi. Oleh karena itu, mereka tidak layak untuk mendapat gelar “thy seed”, karena tidak ada hubungan langsung dengan Nabi Ibrahim.
Ketiga, jika memang bumi Palestina dijanjikan kepada kaum Yahudi. Mereka berhak menduduki bumi tersebut (hanya sebagian). Yahudi telah kehilangan dan meninggalkan tanahnya sebanyak dua kali. Pertama saat mereka diserang oleh Nebuhadnezar pada tahun 586 S.M dan serombongan berhijrah ke Babylon, dan yang kedua pada tahun 70 M saat mereka diserang oleh Titus dari Empayer Roman, yang telah menyaksikan Yahudi terakhir meninggalkan bumi Palestina pada tahun 132M. Artinya, kalau memang Palestina adalah tanah yang dijanjikan. Pewarisan atas tanah itu sudah batal, karena umat Yahudi tidak bisa menjaganya. Yahweh telah menunaikan janji tersebut dan mereka gagal menjaganya. Janji tersebut hanya berlaku bagi perjanjian awal dan tidak berlaku bagi perjanjian kedua dan ketiga.
Bagi golongan yang menggunakan alasan agama, mereka berdalilkan pendudukan Bani Israel di bumi tersebut di zaman Yoshua bin Nun, zaman Daud dan Sulaiman yang pernah memerintah kawasan tersebut dan juga keturunan mereka yang berkuasa untuk beberapa abad seperti terdapat di dalam surat “The Kings” perjanjian lama. Hujah ini bukan hanya diamini oleh kaum Yahudi, juga dipercaya oleh segolongan umat Kristen Protestan (kini mereka mempunyai institusi yang bernama “International Christian Embassy in Jerusalem” (ICEJ) yang berpusat di Baitul Maqdis dan merupakan penyokong kuat ide pembentukan negara Yahudi).
Kaum Yahudi diriwayatkan di dalam Old Testament telah mendiami dan berkuasa di bumi Palestina. Maka mereka juga berhak untuk kembali mendiami bumi tersebut karena nilai-nilai sejarah dan kenangan bangsa Yahudi yang terdapat di bumi Palestina. Maka usaha-usaha untuk mengembalikan mereka juga merupakan satu usaha yang bersifat “ketuhanan” dan bertepatan dengan kandungan Perjanjian Lama dan usaha mengulangi kegemilangan zaman para Nabi.
Dalil di atas telah ditolak oleh golongan Yahudi Ortodoks yang berpegang dengan ajaran Yahudi otentik seperti golongan Naturei Karta yang bermazhab Hesedim. Menurut mereka, akidah sebenarnya kaum Yahudi mengatakan bahwa setelah mereka diusir dari bumi Palestina di zaman Nebuchadnezzar, mereka tidak boleh lagi pulang ke negerinya tersebut, sampai datangnya Messiah di akhir zaman yang akan membawa mereka pulang dan memimpin mereka. Selagi Messiah ini tidak muncul, kaum Yahudi haram pulang ke bumi nenek moyang mereka. Ini jugalah merupakan inti ajaran Talmud (Meshna Tora) yang merupakan kitab penafsiran kepada Old Testament mereka.
Sewaktu gerakan Zionis muncul pada tahun 1897 dengan ide Herzl untuk mengembalikan orang Yahudi ke bumi Palestina dan menumbuhkan negara mereka sendiri, kaum Yahudi Ortodoks menentangnya. Rabbi-rabbi Yahudi di Eropa juga telah mengeluarkan fatwa bahwa Herzl telah murtad dan gerakan Zionis adalah sebuah gerakan sesat menyesatkan. Kalau seandainya tidak ada fatwa Rabbi Cook The Elder pada tahun 1925 dan juga peristiwa Holocaust serta sokongan Kaum Zionis Kristian di Eropa, niscaya projek Zionis tidak akan mendapat sokongan mayoritas kaum Yahudi. Oleh sebab itulah sehingga kini terdapat segelintir kaum Yahudi Ortodoks di Eropa, AS dan juga negara-negara Arab dan di Afrika Selatan yang menentang ide negara Israel dan juga gerakan Zionisme.
Bagi Micheal Prior, Illan Papei dan juga Elizabeth Barlow (lihat: Prior 2005, Speaking the Truth), mereka semua mengutarakan kritikan yang amat menarik. Bagi mereka kekeliruan para penganut Kristen Protestan yang menjadi penyokong dan penggerak Kristen Zionis adalah karena kesalahan mereka dalam memahami teks Perjanjian Lama. Mereka seharusnya membaca semua yang terkandung di dalam surat Raja-raja (The Kings) itu sebagai bahan atau cerita sejarah dan bukannya satu perintah suci untuk merebut kembali tanah yang dijanjikan itu. Menurut Barlow, tidak ada dalil di dalam kitab Perjanjian Lama yang menyuruh penganut agama Yahudi maupun Kristen untuk mengulangi peristiwa tersebut dengan membawa pulang kaum Yahudi ke bumi Palestina. Itu semua merupakan penafsiran yang jauh dari kehendak nash-nash kitab Perjanjian Lama.
Apapun dalil mereka, jelas penafsiran mereka terhadap agama dan -kitab suci mereka sangat goyah. Kebanyakan penafsiran golongan Zionis dilakukan demi menjustifikasi keberadaan mereka di bumi Palestina. Golongan Zionis yang menyadari bahwa projek Erezt Yizrael adalah bertentangan dengan aqidah Kaum Yahudi. Mereka terpaksa mencari tafsiran kitab Taurat (Torah) demi menyokong usaha mereka yang semata-mata timbul atas pengaruh Nasionalisme dan Imperialisme yang begitu kuat di Eropa pada waktu kemunculan ide persatuan Yahudi seluruh dunia. Tidak heran mengapa Herzl di akhir hayatnya mengubah pendiriannya untuk memindah Erezt Yizrael dari Palestina ke bumi Uganda. Kalau memang perintah kudus, mengapa boleh bertukar-tukar tempat pula? Apa kata dunia?
Diramu dari berbagai sumber.
Ahmad Saifullah






Dalam Al- Qur’an Allah sering menyebut keturunan Ishaaq ini dengan dua sebutan yang berbeda, yakni:
- Bani Israel, sebagai suatu BANGSA.
- Al- Yahuud. Seabagai suatu AGAMA/
kepercayaan.
ANEHNYA, dalam beberapa kasus Allah justru melakukan ” Pembelaan” terhadap bangsa Israel saat- saat mereka tertindas dan “dizalimi”. Ingat pembelaan Al- Qur’an kepada bangsa ini tatkala “Di zalimi” Oleh Jalut/ Goliath yang justru orang PALESTINE (Al- Baqoroh 246- 252).
Ingat pula tatkala mereka dizalimi oleh Fir’aun yang orang Qibthy/ Mesir, sekaligus juga mengkritik Nabi Musa yang keturunan Israel, tatkala Nabi Musa membela bangsanya sendiri (Israel) dan memukul mati orang Mesir, sehingga Musa mengakui telah berbuat ZALIM karena telah berbuat SUKUISME dan kemudian bertobat. (Al- Qoshos 14- 16).
Intinya: Islam tidak pernah mengutuk/ atau membela suatu bangsa karena jenis bangsa atau keturunan/ Gen nya ansich, tapi yang dikritisi/ dikutuk adalah SIAPAPUN DAN BANGSA MANAPUN YANG MENINDAS, sedang yang akan dibela Islam adalah BANGSA MANAPUN YANG TERTINDAS, walaupun itu bangsa Israel.
Karena itu tatkala bangsa Israel tertindas oleh FERDINAND de ARAGON dan ISABELLA de CASTILLIA dari Spanyol, dan mereka menghadapi pengadilan INQUISISI, mereka dijemput dan dibela oleh Armada kapal Kekhalifahan Islam dan diungsikan ke OTTOMAN TURKEY.
Sedang kalimat “Al- Yahuud” sebagai suatu agama, selalu dikritisi Al- Qur’an sebagai agama yang telah diplintir oleh para RABI nya dan BERBAHAYA bagi umat manusia karena didalamnya ada unsur “JEWS UBBER ALLES” ,kalau boleh meminjam semboyan Nazi German, dimana diantaranya mereka mennganggap bahwa mereka adalah anak- anak tuhan yang tak akan tersentuh neraka kecuali hanya beberapa hari walau mereka berbuat salah sejahat apapun, sedang bangsa lain adalah perwujudan anak- anak setan yang boleh dibunuh dan disiksa serta dizalimi tanpa mendapatkan tuntutan Tuhan.
hhhhmmmmm sungguh memikat menambah pemahaman dan mencerahkan…
AGAMA YAHUDI yahudiyah (yudaisme) Adalah kepercayaan yang unik untuk orang/bangsa yahudi (penduduk negara israel maupun orang israelyang bermukim di luar negeri) inti kepercayaan penganut agama yahudi adalah wujudnya tuhan yang maha Esa pencipta dunia yang menyalamatkan bangsa israel dari penindasan di mesir. Kata yahudi di ambil menurut salah satu marga dari dua belas leluhur suku israel yang paling banyak keturunannya, yakni YEHUDA, pada akhirnya keseluruhan bangsa israel tanpa memandang warga negara atau tanah airnya,di sebut juga sebagai orang-orang yahudi dan begitu pula dengan keseluruhan penganut ajarannya di sebut dengan agama yang sama. Kebanyakan penganut yahudi mengikuti peraturan dalam memilih makanan yang tertulis di dalam TAUROT yang melarang campuran susu dengan daging.Daging babi juga di larang dalam agama yahudi, makanan yang di sediakan harus menurut undang-undang dan daging harus di sembelih oleh kaum ROBI(orang yang tahu di bidang agama yahudi) di namakan KOSYER. Kitab suci agama yahudi menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan ABRAHAM bahwa beliu dan cucu cicitnya akan di beri rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan. Perjanjian ini kemudian di ulangi oleh ISHAK dan YAKKUB.Dan karena iskak dan yakkub berasal dari bangsa yahudi, maka mereka meyakini bahwa bangsa merekalah bangsa yang terpilih. Penganut yahudi di pilih untuk melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab khusus,seperti mewujudkan masyarakat adil dan makmur dan beriman kepada Tuhan,Sebagai balasannya,mereka akan menerima cinta serta perlindungan Tuhan.Tuhan kemudian menganugerahkan mereka sepuluh perintah allah melalui pemimpin mereka MUSA. SINAGOGA merupakan pusat masyarakat serta keagamaan yang utama dalam agama yahudi ,dan ROBI adalah sebutan bagi mereka yang pakar dalam hal-hal keagamaan. Anak laki-laki mereka harus di khitan sewaktu masih bayi seperti perjanjian nabi IBRAHIM,dan apabila anak laki-laki mereka mencapai kematangan dia di rayakan karena menjadi anggota masyarakat yahudi, dalam upacara khusus yang di namakan BARMITZVAH . Setelah kematian seseorang ,orang-orang yahudi akan berkabung satu minggu dan mereka membaca KADDISH.Agama dan kemasyarakatan saling berkaitan di dalam masyarakat yahudi, misalnya pengambilan riba di anggap berdosa sesama yahudi ,tetapi di benarkan dengan mereka yang bukan yahudi.
bangsa Israel yang mempunyai peradaban bernama Yahudi juga pada dasarnya masih punya silsilah dengan peradaban Atlantis, yang disinyalir oleh Aryoso D Nun Santos sebagai peradaban awal di dunia, yang pusat peradabannya terletak di dasar-dasar laut di Indonesia. Karena peradaban Atlantis yang diceritakan Plato dalam Critias dan Timeus ternyata bukan khayalan di siang bolong sang Filsuf. Ia peradaban awal dunia pada masa zaman es (pleinosen)yang tenggelam oleh ledakan fulkanik dan gempa tektonik krakatau pada 11600 tahun silam. Negeri emas (nama lain Atlantis) yang berperadaban tinggi itu tenggelam hanya dalam semalam. sisa-sisa penduduk atlantis bersebaran (diaspora) pasca tsunami setinggi 1 mil itu. laut pada masa itu 150 meter dibawah dataran sekarang. dan sisa-sisa dataran di nusantara sekarang adalah sisa daratan Atlantis yang tenggelam beberapa tahap atas tragedi Krakatau dan Toba… penduduk atlantis itu secara difusi menyebarkan peradaban mereka ke seantereo jagat. Penemuan Santos yang meneliti legenda Atlantis selama 30 tahun ini merevolusi semua paradigma ilmu-ilmu humaniora, dan tentunya harus diakui bahwa indonesia adalah awal dari peradaban barat dan timur….muara bangbang wetan (pencerahan peradaban) hanya akan dimulai dari munculnya peradaban: Indonesia. gejala kejayaan peradaban atlantis jilid 3 atau 4 akan segera dimulai pada detik yaumul qiyamah, atau hari kebangkitan bagi Indonesia….
Komentar kang asep memang “sudah biasa luar biasa” …itulah ciri kang asep.
Memang, agama Orang Israel saat benar- benar berpegang pada “TORAH” Nabi Musa seperti diceriterakan oleh kang Najib adalah SELARAS DENGAN ISLAM. Mereka mengakui satu Tuhan yakni YAHWE yang juga adalah salah satu nama dalam asma’ul husna menurut bahasa Ibrani. Mereka juga bersunat, tak boleh membunuh, mencuri, berzina dsb, sama seperti Islam.
Masalahnya mereka sekarang juga mengamalkan TALMUD dan KABBALAH. Talmud adalah “the book of laws and Jews tradition” . Kitab kedua setelah TORAH yang dapat diperumpamakan bagaikan hadist dalam Islam. Sedangkan Kabbalah adalah “Jews misticisme”, Tasawuf gaya Yahudi yang sudah menyimpang ke sekte rahasia pemuja setan.
Kitab- kitab inilah yang sekarang diamalkan dan jadi pegangan Rabi- rabi seperti Rabi Mendel Schemerson dan Rabbi Yitzhak Ginsbur, dan para petinggi Israel seperti Menachem Begin (1977-1983).
Sangat jelas dalam Talmud dinyatakan bahwa membunuh RAS NON yahudi (gentile) adalah sebuah ibadah suci. Lihat dalam Talmud : “The murder of gentiles by Jews is said by Talmud to be a” Holy scrifice” to God (Zohar, III,2276 and I,38b and 39a)… “Death of gentiles by beheading is specially recommended (Pesachim,49b)= “mmembunuh RAS NON YAHUDI adalah sebuah tugas suci, sedang membunuh mereka dengan cara memenggal kepala mereka sangat dianjurkan…”
Dalam Talmud juga dinyatakan bahwa mereka adalah MASTER RACE, ras pilihan, sedang bangsa- bangsa lain adalah keturunan SETAN dan sederajat dengan SERANGGa dan disebut sebagai GOY.
Rabbi Mendell mengatakan sesuai TALMUD: …”A non Jewish soul comes from three satanic spheres while the Jewish soul stems from holiness” = bangsa- bangsa selain Yahudi ruhnya adalah dari perwujudan tiga setan, sedang ruh bangsa Yahudi itu dari Yang Suci (Tuhan)”.
Karena kepercayaan RACIS seperti inilah tatkala terjadi pembantaian ribuan pengungsi di Camp Sabra dan Chatila termasuk wanita dan anak- anak oleh tentara israel pada tahun 1973 dengan enteng Rabbi Yitzhak Ginsbur menjawab:…” if a god like Jew kills an inferior GOY, how can the murder?” = Apabila bangsa Yahudi yang dikasihi Tuhan membunuh Goy (non Yahudi) yang rendah, dapatkah disebut sebagai pembunuhan?” Allaahu Akbar, Allah Maha Adil dengan memberitahu ummatnya yang mau mendengar PERINGATANNYA 17 kali tiap hari bahwa AL- YAHUD adalah termasuk AL- MAGHDHUUB, agama yang dimurkai bukan yang dikasihi, karena sudah melenceng dari sejatinya kebenaran…………..
Lihat: http://www.rense.com/general45/master.htm
http://www.thewatcherfiles.com.racism.htm
Turut berbela sungkawa akan syahidnya para relawan FLOTILLA/ Mavi Marmara.
Mereka adalah “Pahlawan Kemanusiaan Sejati”.
Kami warga Rifa’yah mengutuk keras tindakan semena- mena itu!!!
Pikiran rakyat menyebut: “Israel BIADAB”.
Memang manusia selain bangsa Israel menurut keyakinan mereka adalah GOY/ GOYIM – anak setan yang boleh dibunuh sekehendak hati
Banyak negara sekarang baru tersadar dan terbuka matanya, bahwa “THE REAL TERORIST” adalah Israel.
Banyak negara mengutuk Israel.
NU mengutuk Muhammadiyah mengutuk,Rifa’iyah mengutuk,Indonesia mengutuk,
China: Condemned the raid and urged a “quick response” from the UN Security Council.
Brazil” Condemns in vahement terms, the Israeli action.
Norwegia:a military attack againts civillian activity is totally unacceptable.
Turkey: We strongly condemn it..
Liga Arab/ Amir Musa:The attack clearly shows Israeli aggressiveness nature.
U.E: (Catherine Ashton): ..express her deep regret..
Dll.
Dll.
Dll.yang tidak bisa disebut satu- satu.
Saudi ??? Para Ulama Wahaby mana suaranya??? – Maaf saya belum mendengar/ membaca Comment mereka, atau sudah diwakili Amir Musa?
Atau karena mereka menganggap HAMAS adalah Rafidly dan ahli bid’ah- (cara pecah belah seperti inilah yang diharapkan Israel), kemudian mereka diam?
Duka yang mendalam atas gugurnya para relawan Mavi Marmara
Saya yakin pengorbanan mereka tak kan sia- sia: “Kalian jangan menyangka bahwa mereka maut, mereka hidup disorga dan mendapat karunia Tuhan selamanya”.Nama mereka tercatat dengan tinta emas sebagai PAHLAWAN KEBEBASAN DAN KEMANUSIAAN.
Saatnya kita menyatukan langkah.
Hindari pecah belah
Bulatkan tekad
Jangan menghujat
Satukan hati
Hindari dengki
Perjuangan belum berakhir
Walau darah mengalir
Sampailah ketujuan
menyongsong harapan
Yakin janji Tuhan
Tears of Heaven ~ From Beirut to Jerusalem (a Palestinian song)
Aku bertahan, dengan tabah, aku bertahan / I survive, with stoic, I survive.
Di tanah airku, aku bertahan / In my homeland, I survive.
Jika mereka mengambil rotiku, aku bertahan / If they take my bread, I survive.
Jika mereka membunuh anak-anakku, aku bertahan / If they kill my children, I survive
Jika mereka meledakkan rumah-rumahku, oh rumahku, dalam bayangan dinding-dindingmu, aku bertahan /
If they blow up my houses, oh my houses, in the shadow of your walls, I survive
Dengan harga diri, aku bertahan / With pride, I survive
Dengan sebatang tongkat, sebilah pisau, aku bertahan / With a stick, a knife, I survive
Dengan lambaian bendera di tanganku, aku bertahan/ With a waving flag in my hand, I survive
Dan jika mereka memotong tanganku yg memegang benderaku, dengan tanganku yg lain aku akan mengangkatnya /
And if they cut my arm that holding my flag, with the other hand I’m holding it up
Dengan tanahku dan kebunku, aku bertahan / With my land and my garden, I survive
Dengan keteguhan Imanku, aku bertahan / With persistence of my faith, I survive
Dengan kuku-kukuku dan gigi-gigiku, aku bertahan / With my nails and my teeth, I survive
Dan jika luka-luka di atas tubuhku semakin bertambah dan betambah / And if the wounds on my body getting more and more
Dengan luka-lukaku yg terbungkus darah, aku bertahan / With my wounds covered with blood, I survive.
Bangsa israel atau yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, Nama Israel sendiri artinya Bala tentara Allah, sewaktu Yacub diberkati di pniel, nama yacub diganti menjadi israel.
Tanah yang bangsa pilihan Tuhan ini diami sekarang adalah tanah perjanjian Tuhan untuk turunan Abraham/ibrahin dari ISAC bukan ismael yang ada dari budak ini terbukti semua nabi nabi dari garis turunan Isac mis: Yacub,yusuf, Daud, Salomo/sulaiman, Yesus/isa, Yohanis/yahya dll kalau dari ismael siapa nabinya??