sungguh,
tak sanggup kumerangkai kata
tak sanggup kumenguntai makna
bila harus kuungkapkan
tentang sebuah rasa kehilangan
andai kita masih bisa mengulang
tawa canda,marah terbiasa
andai waktu masih milik kita
kutuntaskan baktiku padamu,ayahku
kini,engkau telah pergi
rasanya takkan siap kami
kau tinggalkan
sosok panutan yg tak pernah kudapatkan lagi
ayah,maafkan aku
aku tak sempat mengantarkanmu
langit mendung turut berduka
orang-orang riuh rendah bercerita
tentangmu dan kebaikanmu
detik ini,aku datang padamu
semilir dibawah kamboja dan nisanmu
mengenang salah dan dosaku padamu
dan kepergianmu
seketika mendewasakanku
mengajarkanku
tentang harga hidup
kepergianmu mengajarkanku
tentang arti kesabaran
dan bagaimana seorang ayah harus berjuang demi anak-anaknya
aku siap mengemban tanggung jawab darimu
selamat jalan ayahandaku
doa anak lelakimu terus mendampingimu
di atas pusara,2 februari ’10
( by : Ali Mustofa Batang Jateng )
puisi kehilangan ayah (173),puisi ayahku (43),selamat jalan ayah (34),puisi selamat jalan ayah (27),puisi selamat jalan (26),puisi tentang kehilangan ayah (16),sajak AYAHKU (1),sajak kehilangan ayah (1),sajak kehilangan seorang ayah (1)



