5:59 pm - Selasa,24 April 2012

Puisi: Selamat Jalan Ayahku

Rabu, 10 Februari 2010 11:42 | Cerpen,Puisi & Sajak | 0 Comment | Read 343 Times
pusara

Ilustrasi dari google

sungguh,
tak sanggup kumerangkai kata
tak sanggup kumenguntai makna
bila harus kuungkapkan
tentang sebuah rasa kehilangan

andai kita masih bisa mengulang
tawa canda,marah terbiasa
andai waktu masih milik kita
kutuntaskan baktiku padamu,ayahku

kini,engkau telah pergi
rasanya takkan siap kami
kau tinggalkan
sosok panutan yg tak pernah kudapatkan lagi

ayah,maafkan aku
aku tak sempat mengantarkanmu
langit mendung turut berduka
orang-orang riuh rendah bercerita
tentangmu dan kebaikanmu

detik ini,aku datang padamu
semilir dibawah kamboja dan nisanmu
mengenang salah dan dosaku padamu
dan kepergianmu
seketika mendewasakanku
mengajarkanku
tentang harga hidup
kepergianmu mengajarkanku
tentang arti kesabaran
dan bagaimana seorang ayah harus berjuang demi anak-anaknya

aku siap mengemban tanggung jawab darimu

selamat jalan ayahandaku
doa anak lelakimu terus mendampingimu
di atas pusara,2 februari ’10

( by : Ali Mustofa Batang Jateng )

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with:

puisi kehilangan ayah (173),puisi ayahku (43),selamat jalan ayah (34),puisi selamat jalan ayah (27),puisi selamat jalan (26),puisi tentang kehilangan ayah (16),sajak AYAHKU (1),sajak kehilangan ayah (1),sajak kehilangan seorang ayah (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner