Tanbihun.Com–Kepolisian akhirnya memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di dalam rumah Mohzuhri adalah Nurdin M Top gembong teroris yang paling dicari saat ini. Saat ini sudah diadakan evakuasi terhadap jenazah Nurdin M Top namun rumah Mohzuhri tersebut sampai sekarang masih disterilkan dari wartawan maupun warga.
Menurut informasi Nurdin baru dua hari singgah di Temanggung, sebelumnya ia berada di jatiasih Bekasi yang juga di grebek oleh Densus 88 dan ditemukan bom seberat 500 kg. Nurdin bahkan sempat menginap dikuburan sebelum singgah di rumah Zuhri tersebut. Warga setempat tidak menyadari bahwa disekeliling rumah mereka terhadap buronan nomor satu di Negeri ini, hal ini karena Nurdin memang tidak mengadakan aktifitas sama sekali.
Operasi yang berlangsung semalaman itu berhasil menewaskan Nurdin M Top sang penghuni rumah tersebut, sebelumnya beredar desas-desus bahwa teroris yang ada di dalam rumah ada 3-4 orang, akan tetapi setelah dilakukan evakuasi dapat dipastikan bahwa teroris yang bersembunyi di dalam rumah muhzuhri tersebut hanyalah Nurdin M Top, yang akhirnya tewas tertembus peluru polisi.






Selamat buat kepolisian Republik Indonesia atas keberhasilannya.
Ini adalah sejarah terbesar,dalam 1 hari mampu melumpuhkan 2 titik buronan,yang berada di temanggung dan jati asih bekasi.
Melihat bom yang ditemukan di jatiasih,wah tidak kebanyang jika sampai tidak terdeteksi,tentu bom itu akan diledakkan dengan ledakan yang dahsyat.
Semoga Bangsa Indonesia akan semakin aman sejahtera.
@Redaksi, sampeyan ngga tahlilan di tempat Nurdin M Top Bozzz…hehehehehe
good job buat densus 88 n’ kepolisian…
berhasil menghentikan gerbong terorist di indonesia. sayah harap tidak ada lagi nurdin m top yg laennya, amien…
tapi koq katanya masih meragukan,apa benar noordin ya?
Menurut pernyataan polisi hari ini, ternyata yang tewas digerebek polisi adalah Ibrohim, bukan Nurdin M.Top. Dia masih hidup. Kami mengharap agar kiranya N.M.Top segera menyerahkan diri saja ke polisi. Atau kalau mau ngebom, ngebomlah di medan peperangan, jangan di Indonesia yang bukan “Daarul harbi”, tapi “Daarul amni lilmuslimin” (negara yang bebas dan aman dalam menjalankan ibadah bagi kaum muslimin tanpa hambatan apapun).