Penggusuran makam yang seyogyanya dijadwalkan oleh Walikota Jakarta Utara hari ini, berbuntut kericuhan. Dua ribuan satpol PP yang dikerahkan dibantu dengan 460 personil polisi dihadang oleh 400 an masa Murid Habib Abdurrahman Al Idrus dan Habib Abdullah Sting. Menurut Pemrov DKI bentrokan berawal dari penyerangan yang dilakukan oleh warga kepada satpol PP, hingga akibatnya satpol PP pun melakukan aksi balasannya.
Hingga saat ini jumlah kurban bentrolan itu berjumlah 90 orang, 7 diantaranya dalam keadaan kritis. Bentrokan ini sebagai akibat dari rencana walikota Jakarta Utara untuk menggusur maqam wali yang dianggap sebagai cikal bakal tanjung priok yang bernama Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad atau yang terkenal dengan sebutan Mbah Priok. Penggusuran ini dalam rangka perapihan kawasan kumuh yang ada disekiling makam, sementara maqam sendiri akan diperluas dan diperindah. Akan tetapi informasi yang diterima oleh masyarakat adalah pemerintah bermaksud membongkar maqam keramat tersebut.
Bentrokkan berdarah seperti ini seyogyanya tidak akan terjadi apabila dilakukan dialog interaktif diantara kedua belah pihak. Peristiwa ini mestinya menjadi pelajaran bagi kita agar lebih mendahulukan perdamaian daripada anarkisme.
priok berdarah (2)






Kita tentunya prihatin dengan kejadian tersebut. Semoga kedua belah pihak dapat saling menahan diri dan secepatnya untuk melakukan dialog dari hati ke hati.
Lagi- lagi masalahnya adalah: Kurangnya KOMUNIKASI dan SOSIALISASI dan adanya sikap AROGANCY.
Setiap rencana apapun hanya bisa sukses apabila terlebih dahulu dikomunikasikan dan disosialisasikan dengan baik, termasuk rencana PEMUGARAN MAKAM MBAH PRIOK (menurut kata Gubernur setelah gegeran terjadi—> terlambat).
Padahal Allah sendiri yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa, pada saat berencana menciptakan manusia di bumi, Allah terlebih dahulu MENGKOMUNIKASIKAN dan MENSOSIALISASIkannya kepada para Malaikat yang notabene adalah ciptaannya sendiri. Allah tidak AROGANT, tapi menjelaskan dahulu maksudnya kepada para malaikatNya. Bahkan Allah berkenan mendengarkan SANGGAHAN dan PROTES dari para malaikat yang pada awalnya tidak setuju diciptakannya manusia yang hanya akan merusak dan akan menumpahkan darah di bumi. Namun Allah menjelaskannnya dengan Fasih- Baligh dan JAMI’ = Jelas- Tepat sasaran dan mencakup semua aspek sehingga penjelasannya diterima oleh malaikat. Barulah setelah itu semuanya selesai, manusia pertama mulai diciptakan.
(Belasungkawa untuk para korban dan segenap keluarganya, dari pihak manapun, semoga tabah dan sabar menghadapi cobaan Allah)