Kita tidak asing lagi dengan tokoh maya satria baja hitam. dia begitu gagah-berani menumpas kejahatan, sehingga tidak heran banyak anak-anak yang mengidolakannya.Terlepas dari masalah satria baja hitam, kita sebagai muslim tidak boleh kalah dengan satria baja hitam. Dengan landasan kewajiban menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, sepatutnya muslim memilki sifat ksatria.Futuwwah sendiri, menurut Ibn al-Husain, adalah satu sikap jantan yang harus dimiliki oleh setiap pribadi muslim, yaitu sikap keberanian dan kekuatan untuk selalu berpihak kepada Allah. Meleburkan kepentingan pribadi dan menonjolkan kebenaran Ilahi seperti dilukiskan oleh pribadi para sahabat yang berani tampil mempertahankan kebenaran dengan mengabaikan kepentingan pribadi.
Agar kita memahami lebih mendasar makna dari futuwwah ini, maka simaklah beberapa sikap ksatria, pengorbanan, dan kejantanan sebagaimana yang ditulis oleh as-Sulami berdasarkan hadis shahih di bawah ini. Khalifah Umar Ibn Khattab menuturkan sebuah riwayat: Pada suatu hari, Rasulullah SAW meminta bantuan dana kepada kami. Aku berhasrat untuk melebihi Abu Bakar yang selalu paling bersemangat dalam setiap perbuatan baik. Aku membawa separo harta kekayaanku dan datang menemui Rasulullah.
Lalu kuberitahukan kepada beliau bahwa sumbanganku ini separo dari segala hartaku, sedangkan sisanya kutinggalkan untuk keluargaku. Pada saat yang bersamaan Abu Bakar datang dengan membawa sekantong besar emas dan meletakkannya di kaki Rasulullah. Ketika Abu Bakar ditanya oleh Rasulullah, tentang berapa persen harta yang disumbangkan, maka Abu Bakar menjawab, ‘Seluruhnya!’ Kemudian Rasulullah menatapku, dan bertanya lagi kepada Abu Bakar, ‘Lantas apa yang tersisa bagimu dan keluargamu? ‘Abu Bakar menjawab singkat, ”Cukuplah bagiku Allah dan Rasul-Nya’.
Futuwwah (berasal dari kata fata, dan jamaknya fityan), secara harfiah berarti pemuda yang tampan dan gagah berani. Dalam perkembangan makna bahasa, kaum sufi kemudian mengartikan futuwwah sebagai sikap ikhlas yang terpuji, perilaku yang rindu untuk meneladani akhlak para nabi, para sahabat, dan para hamba yang saleh.
Sifat seperti ini dapat disimak dari kejantanan Nabi Ibrahim dan Yusuf, yang ikhlas untuk mengorbankan apa saja untuk Allah. Sifat Yusuf yang ternista dan terbuang di sumur yang dalam, tetapi mampu memaafkan saudara-saudaranya.
Begitu pula dengan sifat Nabi Muhammad SAW. Ketika penduduk Thaif menghina beliau dengan lemparan batu, beliau bukannya marah, tapi justru memaafkan. Bahkan beliau kemudian mendoakan orang yang telah menistanya dengan sebuah doa yang sangat indah: ”Ya Allah, ampunilah mereka semua, karena mereka tidak mengetahui.” – ahi
www satria baja hitam (2),asal usul satria baja hitam (1),asal-usul satria baja hitam (1),kisah asal usul satria baja hitam (1),semua ksatria baja hitam (1),sifat kesatria islam (1)






Q tak mau mengomentari tpi q cuma mau kach saran untk tanbihun.com tlong donk kasih cerita asal usul rifaiyah donk!!
N langsun ada kitab2 jadi sambil liat internet juga bisa ngaji tarojumah.
Kasih foto kh.ahmad rifai.
Kash juga doa2 mujarab.
trim tim redaksi
===================================================
Terima kasih usulnya, silahkan anda ambil semua insya allah ada semua.