dr Muhammad Ali Toha Assegaf tampak begitu tegas dan percaya diri ketika memaparkan makalahnya dalam acara seminar ” Menjemput Kebangkitan At Thibunnabawiy”, beliau tidak hanya menyampaikan seperti apa pengobatan ala Rasul tersebut, akan tetapi juga mengkritik dengan sangat tajam pengobatan konvensional yang lazim dilakukan di Rumah sakit- rumah sakit.
Dokter yang saat ini aktif meneliti tentang At Thibunnabawiy dan juga merupakan direktur Rumah sakit Persahabatan Jakarta ini menjelaskan bahwa pengobatan yang dilakukan dengan bahan-bahan kimia adalah sifatnya instan yaitu cepat sembuhnya namun akan mendatangkan persoalan baru. Disamping itu obat-obat kimia yang beredar dirumah sakit-rumah sakit itu banyak yang dibuat dari bahan baku yang haram, hal ini karena Amerika dan negara-negara Eropa yang menjadi pemasok utama obat-obatan tersebut mengusung semangat kapitalisme, sehingga yang menjadi ukuran mereka hanyalah untung rugi semata tanpa mengindahkan kepentingan konsumennya.
Menurut beliau, saat ini At Thibunnabawiy sudah mulai dilirik oleh masyarakat, meskipun belum bisa disebut bangkit, akan tetapi animo masyarakat diberbagai tempat terhadap pengobatan Nabi ini sungguh luar biasa. Oleh sebab itu umat Islam harus mau menjemput kebangkitan tersebut agar At Thibunnabawiy tersebut betul-betul dapat muncul sebagai mainstream bukan sebagai pengobatan alternatif.
Dalam rangka mendakwahkan pengobatan Nabi ini maka dr Mohammad Ali Thoha Assegaf bersama dengan Ustadz Abdul Fattah menggagas berdirinya HIPSYI ( Himpunan Pengobatan Syariah ) yang rencananya akan di launching pada tanggal 1 Muharram 1431 H. Menurut Ustadz Abdul Fattah, berdirinya HIPSYI ini diharapkan akan menjadi lokomotif memasyarakatnya Thibun Nabawiy. Pengasuh Panti Asuhan Putra Mulia sekaligus pemilik klinik pengobatan syariah di kawasan Rawamangun ini begitu antusias mendedikasikan usianya demi tegaknya pengobatan syariah ini, beliau menghendaki agar masjid-masjid di seluruh Indonesia disamping sebagai sentra ibadah juga menyediakan klinik pengobatan syariah sehingga hal ini akan dapat merangsang orang untuk datang ke masjid sekaligus cara yang paling efektif untuk berdakwah. Menurut beliau saat seseorang sakit, maka kondisi keimanannya sedang turun sehingga sangat rentan untuk di murtadkan oleh pihak lain. Apabila masjid sudah menjadi sentral pengobatan Nabi dengan biaya yang sangat terjangkau, maka salah satu lubang utama masuknya pemurtadan di Indonesia dapat dipersempit bahkan atau mungkin ditutup.
Ustadz Abdul Fatah ini juga dalam waktu dekat akan mengadakan pelatihan pengobatan syariah di wilayah Jakarta dengan biaya ditanggung oleh Pelabuhan Tanjung Priuk. Target pertamanya adalah 50 masjid di Jakarta akan di bina untuk menjadi klinik-klinik pengobatan Nabi yang selanjutnya akan terus menggurita keseluruh penjuru tanah air, sehingga dengan begitu pengobatan konvensional lambat laun akan ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia.
thibunnabawi (2),buku thibunnabawi (1),himpunan pengobatan alternatif (1),klinik ust fatah (1)






Thibbun Nabawi memang lebih baik, Insya Allah